Punya Bangunan Di Rimbo Bujang, Pengusaha Bungo Enggan Bayar PBB

Syargawi, petugas pemungut PBB sedang
membagikan SPPT kepada warga
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan Pedesaan (PBB - P2) tahun 2015 dari Pemerintah daerah (Dipenda - red) Kabupaten Tebo, sudah turun dan diterima oleh para Kepala Desa dan Lurah yang ada di wilayah Kabupaten Tebo.

Untuk Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, saat ini pihak Kantor Lurah sudah mulai menyampaikan SPPT kepada warga, dan terus menyusun SPPT sesuai Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) yang ada. Penyusunan SPPT per blok atau jalur, dengan tujuan untuk mempermudah penyampaian SPPT kepada Wajib Pajak (WP)  yang ada di wilayah Wirotho Agung.                    

Berdasarkan DHKP PBB P2 tahun 2015, untuk Kelurahan Wirotho Agung jumlah SPPT atau objek pajak sebanyak 6.395  dan target PBB Rp 376.550.302. Untuk target PBB -P2 tahun 2015 Wirotho Agung ini sedikit ada mengalami penurunan, pasalnya ada pembaruan data PBB yang tumpang tindih pada tahun 2014 yang lalu.

" SPPT sedang kita susun, dan mulai kita bagikan ke warga (Wajib pajak -red). Sedangkan SPPT yang tidak cocok dengan objek pajak, akan kita lakukan pembenaran data dan kita laporkan ke Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah) Tebo," beber M.Syargawi, Petugas pemungut PBB - P2 Kntor Lurah Wirotho Agung, pada Teboonline.com, Jumat (24/4).        

Imbuh Syargawi, berdasarkan realita terjadinya kendala tidak terpenuhinya target atau pencapaian PBB di Wirotho Agung diantaranya seperti tumpang tindihnya SPPT atau objek pajak dan lainnya.

" Kendala tak tercapainya target PBB dimasa  yang lalu, dikarenakan data objek pajak tidak valid dan ironisnya ada oknum pengusaha asal Kabupaten Bungo membandel tidak mau membayar PBB selama beberapa tahun, dengan nilai jumlah objek pajak mencapai puluhan juta rupiah," ujar Petugas pemungut PBB Syargawi.               

Sementara itu, Soedjarijo Lurah Wirotho Agung dikonfirmasi membenarkan, pihaknya merasa kuwalahan untuk menagih PBB kepada wajib pajak  (Oknum pengusaha-red)  yang bumi dan bangunan miliknya ada di Wirotho Agung, selain tersebut juga terkendala penagihan pajak Tower yang ada di Wirotho Agung.

" Kita minta kesadarannya, kepada pihak PT dan Pengusaha yang berdomisili diluar Tebo tetapi bumi dan bangunannya ada di Wirotho Agung, untuk memenuhi kewajibannya membayar PBB tahun 2015 sebelum jatuh tempo," tandas Lurah Soedjarijo. (asa)          

      

Related News