Jelang Porprof Batanghari, Pengurus Cabor Di Kabupaten Tebo Komplain Atas Pengurangan Atlet

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Minimnya anggaran Koni Tebo, membuat pengurus Koni harus mengambil langkah kongkrit, agar para atlet Tebo tetap bisa mengikut Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) yang dilaksanakan pada Kabupaten Batanghari pada bulan mendatang.

Langkah kongkrit yang diambil pengurus Koni Tebo salah satunya dengan mengurangi jumlah atlet setiap Cabang Olah Raga (Cabor) yang akan dikirim untuk mengikuti Porprov tersebut. Hal itu sudah disepakati pengurus Koni Tebo pada rapat persiapan Porprov beberapa waktu yang lalu.

Sayangnya, kesepakatan Koni Tebo mengurangi jumlah atlet dimasing-masing Cabor, mendapat komplain dari beberapa pengurus Cabor. Salah satunya Jasrul Harja Ketua Pengurus Cabor Taekwondo Indonesia Tebo.
"Awalnya kita mengusulkan 21 orang untuk diberangkatkan. Karena kekurangan dana jumlah tersebut dikurangi menjadi 18 orang dan itu sudah disetujui pengurus Koni. Kenyataannya pada rapat Koni kemarin kok untuk Taekwondo hanya 10 orang. Itu pun termasuk ofisial," kesal Jasrul kepada Teboonline.com, Selasa (28/4).

"Kalau cuma 10 orang, bearti paling banyak atlet yang bisa kita berangkatkan (kirim.red) hanya 6 orang. Bayangkan saja, dari 21 orang kurang menjadi 18 orang. Sekarang hanya 10 orang," katanya lagi.

Dijelaskan Jasrul, para atlet Taekwondo yang akan ikut Porprov sudah melakukan persiapan dari tahun 2014 kemarin, dengan cara melaksanakan latihan rutin. "Jadi tidak mungkin anak-anak (Atlet Taekwondo,red) yang telah didaftarkan ke Pusat Latihan Daerah (Platda) untuk dibatalkan. Sementara, mereka (Anak-anak,red) sudah memusatkan pelatihan dari November 2014 kemarin," jelasnya.  

Tidak itu saja, Jasrul juga mengeluhkan minimnya dana pembinaan dan alat pertandingan yang diberikan oleh Koni Tebo ke Pencabor Taekwondo. Pasalnya, dari Rp 68 juta untuk pembinaan dan alat pertandingan yang diusulkan Pencabor Taekwondo ke Koni Tebo, namun yang disetujui hanya Rp 7 juta.

"Kalau cuma 7 juta, untuk beli baju saja sudah kurang. Apalagi alat tanding. Menimal 40 jutaan baru bisa jalan. Sementara ada Cabor tertentu yang tidak ada pembinaan atletnya, namun mendapatkan dana pembinaan dan alat tanding yang jumlahnya lebih besar dari Cabor Taekwondo. Sementara, kita (Cabor Taekwondo,red) memiliki atlet dan melakukan pembinaan terhadap atletnya. Kok dana pembinaan dan alat pertandingan hanya 7 juta," herannya.

Jasrul sangat menyayangkan atas sikap Koni Tebo yang telah mengurangi jumlah atlet dan dana pembinaan serta alat pertandingan tersebut. Tidak itu saja, dia menolak untuk menerima uang pembinaan yang jumlahnya hanya Rp 7 juta tersebut. Meski demikian, dia meyakinkan akan memngirim atlet Taekwondo untuk ikut Porprov yang dilaksanakan di Kabupaten Batanghari nanti.

"Jika seperti ini cara perhatian Koni terhadap olah raga di Tebo, macamana olah raga di Tebo mau maju. Sedangkan kita kirim semua atlet belum tentu bisa meraih prestasi maksimal, apalagi sekarang dikurangi. Jadi jangan salah jika banyak atlet Tebo yang mencari kesejahteraan ke kabupaten lain," pungkasnya.

Terkait hal itu,  Ubaydillah, Sekretaris Koni Tebo mengakui jika pengurus Koni Tebo telah sepakat mengurangi atlet di masing-masing Cabor, untuk mengikuti porprov di Kabupaten Batanghari.

"Dananya sangat minim, hanya Rp 1,2 Milyar. Sementara ada 26 Cabor yang akan mengikuti Porprov. Jika ditotalkan semua ada sekitar 466 atlet. Belum lagi ditambah dengan official. Jadi dengan dana tersebut mau tidak mau kita harus mengurangi atlet," jelasnya.

Meski demikian, lanjut dia, kesepakatan untuk mengurangi atlet tersebut masih belum final. Sebab, pihaknya tengah mengupayakan dana tambahan. "Yang jelas kita salurkan dulu dana yang ada. Jika mendapat dana tambahan, tentunya kita akan menambah jumlah atlet yang akan diberangkatkan," tuturnya.

Saat disinggung masalah dana pembinaan dan alat pertandingan, Ubaydillah mengatakan, "Pembagian dana pembinaan dan alat pertandingan sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan. Namun, nanti bakal ada peninjauan ulang. Yang jelas pengurangan atlet, dana pembinaan dan alat pertandingan ini belum final. Jadi kita minta kepada kawan-kawan agar mengerti dengan kondisi saat ini," pungkasnya. (pri/peta)

Related News