Gila, Sang Rampok Ikut Takjiah Hingga Menguburkan Korban

Polisi saat olah TKP di rumah korban perampokan desa Rantau Langkap, Tebo Ulu
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Tidak disangka, salah satu pelaku perampokan terhadap warga Desa Rantau Langkap Kecamatan Tebo Ulu yang menyebabkan korban meninggal dunia ternyata menyempatkan diri ikut hadir menguburkan korban (Samsiah,red) setelah kejadian tersebut. Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Tebo, Ridwan Hutagaol pada Kamis (16/4).

"Benar, salah satu pelaku bernama Rozi itu mengaku ikut menguburkan korban,"kata Kasat Reskrim.

Lebih jauh dijelaskannya lagi bahwa Enam dari pelaku tersebut Lima diantaranya telah berhasil diringkus, dan satu orang sampai saat ini masih melarikan diri.

"Tiga orang kita tangkap di Sarolangun, dan Dua orang lagi dirumahnya," ungkap Ridwan Hutagaol lagi.

Diceritakannya pula bahwa kronologis penangkapan diawali dengan adanya informasi masyarakat, dimana pelaku melarikan diri ke arah Sarolangun, dan pelaku diamankan di Polsek Limun. Dimana saat itu pelaku sempat memutar untuk melarikan diri, pengejaranpun dilakukan sekaligus upaya paksa.

"Yang ditangkap di Sarolangun itu adalah Andi bin Darpin berusia 36 tahun warga Desa Teluk Keloyang, kemudian Beni Irawan Bin Saparudin usia 23 tahun warga Sialang Serai Serumpun serta Misazwar bin M.Arif berusia 38 tahun yang juga warga Sialang Serai Serumpun," imbuhnya.

Sedangkan Dua pelaku lainnya ditangkap dirumah masing-masing yaitu adalah Saparudin Bin Hambali (35) warga Desa Telago Manis Kecamatan Tebo Ulu, dan Syairozi Bin Hasim (45) warga Desa Simpang Rantau Langkap Kecamatan Tebo Ulu.

"Jadi kelima pelaku ini adalah merupakan warga Tebo, begitu juga dengan pelaku satu orang yang lari itu," terang Kasat Reskrim.

Sementara itu, sekedar mengingatkan bahwa kawanan rampok ini beraksi di sektor Kecamatan Tebo Ulu, Desa Rantau Langkap pada Selasa malam (14/4) Pukul 20.30 Wib yang menyebabkan korban tewas. Dimana dari hasil pengejaran Tim Reskrim mobil tersangka AVP warna Silver dengan Nopol BE 2878 ND ditemukan telah ditinggal dalam kebun sawit.

Kronologis kejadiannyapun, perampokan terhadap pasangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini, yaitu pada Selasa (14/4) Pukul 19.30 Wib suami korban, Parmidi membeli rokok di toko, kemudian beberapa saat kembali kerumah, dan saat memasukan motor tiba-tiba  6 orang pelaku menodongkan pistol kearah korban.

Saat itu dikatakan Kasat Reskrim,"Dari hasil pemeriksaan, saat korban di todong dia juga diancam dengan kalimat jangan bergerak, kemudian 3 orang pelaku mengikat tangan dan kaki suami korban menggunakan tali plastik rapia dengan menutup mata serta mulut korban dengan lakban hitam," tuturnya.

Lanjutnya lagi, saat suami korban telah diikat dan tidak berdaya, pelaku membongkar lemari milik korban dan melakukan pemukulan kepada isteri korban, Samsiah yang mengakibatkan korban bernama Samsiah ini meninggal dunia.

"Setelah berhasil mendapatkan barang rampokan, pelaku melarikan diri dengan mobil AVP warna silver," jelasnya.

Adapun identitas korban yangmeninggal meninggal dunia ini bernama Samsiah bin satdiah berusia 50 tahun warga Desa Rantau Langkap Kecamatan Tebo Ulu dengan status kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SD 08 Tebo Ulu. Sedangkan suami korban yaitu Parmidi bin Muhammad Tanggar berusia 55 Tahun yang bekerja sebagai PNS di SMK Negeri 7 Tebo.

"Saksi atas kejadian ini telah kita periksa, mereka adalah Abumashur dan Hamad Rasidin dan suami korban, dari pemeriksaanpun diketahui pelaku berjumlah enam orang dengan menggunakan Senjata Api pendek," imbuhnya.

Sementara itu, barang bukti yang berhasil ditemukan oleh Tim Reskrim yaitu adalah lakban berwarna hitam, tali rapi warna merah, bantal korban, jilbab warnah hitam, daster merah hati, baju kaos kerah hitam, serta celana training hitam les merah.

"Kalau untuk kerugian korban yang berhasil dibawa rampok itu adalah emas kurang lebih 8 suku, uang kurang lebih 10 juta, leptop Tosiba 14 inci, dan hp nokia kamera. Total kerugian diperkirakan sekitar 40 juta,"pungkasnya. (crew)

Related News