Gedung Kantor Lembaga Adat Tebo Dikabarkan Jadi Tempat Mesum

Gedung Lembaga Adat Tebo
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Tidak terawatnya gedung kantor Lembaga Adat kabupaten Tebo dikarenakan tidak adanya kepedulian dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo.

Yang seharusnya, kantor lembaga adat dibangun dan digunakan untuk mengembangkan adat serta istiadat jambi yang ada pada saat ini. namun kenyataannya malah menjadi tempat berbuat maksiat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ketua lembaga Adat kabupaten Tebo, raden H. Sargawi saat dikonfirmasi Teboonline.com terkait mubazirnya gedung lembaga adat tersebut mengatakan untuk tahap awal, dulu sebenarnya kantor lembaga adat (LA) tersebut sudah ada yang menjaga, karena digaji langsung oleh pemerintah setempat untuk menjaga perawatan kantor Tersebut.

"Zaman sekarang setiap orang butuh makan, kalau tidak digaji ya mana mau, makanya sekarang kosong," ungkap Ketua LA Tebo.

Dikatakannya lagi, semenjak tidak ada pengawasan, rumah adat sudah hancur, dan bangunan bagian ataspun juga sudah bocor. Dan sebelumnya pun pihak lembaga adat juga pernah mengusulkan ke Pemda untuk mau mengeluarkan biaya, malah lembaga adat tidak dapat biaya.

"Bagaimana mau mengembangkan budaya kalu Pemda setempat (Pemda Tebo_red) tidak mau menganggarkannya," sebut sargawi.

Dijelaskan Sargawi, untuk lembaga adat ini sendiri, rencananya apabila ada anggaran yang diturunkan dari pemerintah untuk lembaga adat, pihak Lembaga adat bisa menerapkan dan melatih anak-anak untuk meningkatkan budaya Jambi dari dulu hingga sekarang.

"Yang disayangkan itu ada anggaran hanya pada waktu Rakerda, itupun hanya sekedar untuk memberi makan dan minum bagi tamu yang datang. Untuk kegiatan lembaga adat sama sekali tidak ada," kesal Sargawi.

Dijelaskannya lagi, untuk yang terlihat pada saat ini bukan lembaga adat tidak mau berjalan, mau berjalan itu anggaran tidak ada. Seperti mau melatih pencak silat dan segala macamnya, setidaknya para guru yang melatih mau digaji.

"Melatih para anak-anak harus ada guru, guru mau digaji pakai apa kalau tidak ada anggaran," jelasnya lagi.

Ketika ditanyai tentang rumor kantor lembaga adat sebagai tempat mesum, Sargawi  mengatakan semua jenis kegiatan akan terjadi apabila tidak ada yang menunggu, bukan dari muda mudi saja, orang tuapun juga bisa melakukan hal tersebut disana.

"Kalau tidak ada yang menjaga itu susah, yang mengontrol tidak ada. Jadi apapun bisa terjadi," ujar Sargawi.

Sementara itu, pantauan Teboonline.com dilapangan menyebutkan, di area lantai 2 kantor lembaga adat Tebo ditemukan Jenis minuman Tuak yang sudah diminum akan tetapi tidak habis semuanya oleh oknum yang sampai saat ini tidak diketahui, dan bahkan pada bangunan tersebut terlihat tidak baik dan memang memiliki kesan tidak pernah dirawat oleh pihak terkait yang seharusnya mengelola kantor lembaga adat Tebo tersebut. (pri/peta) 

Related News