Data Peserta PBIJKN Tebo Didata Ulang

SUMANTRI
Petugas TKSK Rimbo Bujang
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Data peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBIJKN) tahun 2015, terus dilakukan kroscek ke bawah, oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo, melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans)Tebo.

Kroscek dan pendataan ulang peserta PBIJKN tersebut, bertujuan untuk mendapatkan data yang valid atau akurat. Pasalnya, data peserta PBIJKN yang ada selama ini perlu  perbaikan karena status peserta PBIJKN ada yang pindah domisili, ada yang meninggal dunia, ada yang sudah berubah status dari tidak mampu sekarang sudah menjadi mampu dan bahkan masih banyak lagi warga yang tak mampu belum terdaftar menjadi peserta PBIJKN.    

kroscek data peserta PBIJKN oleh Dinsosnakertrans Tebo, melalui tenaga kerja sosial Kecamatan (TKSK) yang ada disetiap Kecamatan turun ke Desa - Desa dan Kelurahan  yang ada diwilayah Kabupaten Tebo.

" Kita melakukan croscek dan pendataan ulang peserta PBIJKN tahun 2015 ke Desa dan Kelurahan untuk mendapatkan data yang akurat, bagi warga yang tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, karena data yang ada sekarang ini sudah tidak sesuai lagi dengan fakta yang ada di lapangan," papar Sumantri, Petugas TKSK Kecamatan Rimbo Bujang, saat berada di Kantor Lurah Wirotho Agung, pada Teboonline.com, Kamis (2/4).           

Ketika ditanyakan, terkait peserta PBIJKN Sumantri mengatakan, dirinya menegaskan data peserta PBIJKN bukan diambil dari data peserta BPJS. Program PBIJKN diperuntukkan bagi warga miskin atau tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari Pemerintah.

" untuk data PBIJKN tahun ini, dalam pertengahan April 2015 sudah kelar dan kita laporkan ke tingkat Kabupaten. Peserta PBIJKN, akan diberikan Kartu tanda peserta PBIJKN untuk digunakan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari Pemerintah," pungkas Sumantri, Petugas TKSK Rimbo Bujang.      

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kelurahan Wirotho Agung, Amir Said  saat diminta komentarnya mengatakan, Data PBIJKN mupun data- data penerima bantuan sosial lainnya, seperti data penerima Raskin misalnya yang ada di Wirotho Agung perlu adanya perubahan. Pasalnya data tersebut, tidak sesuai lagi dengan kenyataan di lapangan.

" benar, data warga miskin penerima bantuan sosial yang ada tidak sesuai lagi, karena adanya perubahan status sosial dari yang dulu tidak mampu sekarang ini statusnya berubah menjadi sudah mampu, sedangkan warga miskin masih banyak yang belum tersentuh menerima bantuan sosial," ujar Kasi Pem Amir Said. (asa)                        

  

Related News