Balita Korban Minah Oplosan Tewas, PMI Tebo : Kita Galang Dana Ke Dermawan

Andhika Amarta Prastya, korban Minah oplosan
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Bhakti sosial kemanusiaan yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tebo dengan menggalang dana kepada para dermawan yang tergugah hatinya, untuk membantu anak bawah lima tahun (Balita), korban terbakar yang diduga dari minyak tanah (Minah) oplosan, yang berakibat korban  tewas setelah mendapatkan pertolongan medis.                     
Informasi yang dihimpun, bocah balita malang bernama Andhika Amarta Prastya (2) Bin Budi, alamat jalan 2 Desa Purwo Harjo Kecamatan Rimbo Bujang. Naas menimpa bocah tak berdosa ini, Senin (30/3). 

Kejadian berawal salah seorang keluarga korban mengisi lampu minyak jenis teplok dan saat lampu tersebut mau dihidupkan menggunakan korek gas, saat itu pula api menyambar lampu tersebut dan api berkobar membesar dan akhirnya kobaran api menyambar tubuh korban.

Setelah itu, korban dilarikan ke Puskesmas terdekat, karena luka bakar 80 persen yang cukup serius dialami korban, maka korban dirujuk ke RSUD Sultan Taha Syaifudin Tebo, namun pihak rumah sakit tersebut tidak sanggup menangani korban, selanjutnya korban dirujuk ke RSUD Hanafie Bungo.

Hal yang sama pun terjadi, pihak rumah sakit tersebut tidak sanggup menangani korban, selanjutnya korban dirujuk ke RSUD M.Jamil Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Namun, kondisi korban semakin parah dan memburuk, akhirnya korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.

" Ya benar, anak balita korban kebakaran dari lampu teplok, menurut informasi dan saya juga kurang jelas, katanya diduga lampu teplok diisi Minyak tanah oplosan dan anak balita yang menjadi korban itu akhirnya meninggal dunia," ungkap Suranto, Kades Purwo Harjo pada Teboonline.com, Jumat (3/4).   

Sementara itu, Sekretaris PMI Kabupaten Tebo, Slamet SB dikonfirmasi mengatakan, membenarkan pihaknya tengah melakukan penggalangan dana kepada para dermawan, untuk membantu Andhika Amarta Prastya bocah balita yang menjadi korban kebakaran yang diduga akibat Mita oplosan.  

Imbuhnya, penggalangan dana kepada para dermawan yang dilakukan oleh PMI Tebo, seperti melalui perwiritan Yasinan kaum ibu dan perwiritan kaum bapak. Juga penggalangan dana dilakukan melalui media sosial. Setelah dana terkumpul, langsung disalurkan kepada keluarga balita yang menjadi korban kebakaran.

Diketahui, dari salah satu perwakilan kelompok masyarakat dari sumbar merasa terpanggil, setelah mengetahui informasi via media social. " Kita berharap, kepada pihak yang berwajib atau pihak yang berkompeten agar menelusuri dan menindak lanjuti pedagang nakal pengoplos bahan bakar yang beredar di Kabupaten Tebo yang dapat menimbulkan kebakaran dan menelan korban jiwa maupun materi," tutur Slamet SB. (husni/lee/crew)                    

Related News