Proyek DAK Disdikbudpora Tebo Tak Lagi Pakai Jasa Konsultan

Ilustrasi
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Tebo pada tahun anggaran 2015 yang diperuntukan guna rehabilitasi gedung Sekolah Dasar (SD) dan SMP, tidak lagi menggunakan jasa Konsultan.

Itu diungkapkan oleh PPTK Proyek DAK SD dan SMP, Marzal. Dikatakannya, tidak seperti pelaksanaan tahun – tahun sebelumnya yang memakai jasa konsultan terkait pekerjaan proyek DAK.

“ Proyek DAK mulai tahun 2015 ini dalam pekerjaannya akan memakai tenaga ahli, dan jasa Konsultan tidak dilibatkan dalam seluruh pekerjaannya,” terang Marzal pada Teboonline.com saat berada di ruang kerjanya, Selasa (17/3).

Kata Marzal yang nota bene adalah mantan Kepala UPTD Kecamatan Rimbo Bujang, tenaga ahli yang dimaksud adalah tenaga yang mempunyai keahlian dalam pekerjaan pembangunan gedung ataupun rehabilitasi yang ditunjuk oleh pihak Sekolah penerima proyek DAK.

“ Tenaga Ahli ini diangkat dan ditunjuk oleh pihak Sekolah, jadi seluruh pekerjaannya istilahnya, hitam putihnya pekerjaan itu ada ditangan tenaga ahli itu seperti halnya Konsultan,” tuturnya lagi.

Pemakaian tenaga ahli tersebut imbuhnya, sesuai dengan ketentuan dan pedoman yang tertuang didalam aturan pelaksanaan proyek DAK tahun 2015. Namun, berkaitan dengan belum keluarnya Petunjuk Pelaksana (Juklak) dan Petunjuk Tekhnis (Juknis) proyek DAK, Marzal belum bisa mengatakan berapa jumlah SD dan SMP di Kabupaten Tebo yang bakal menerimanya.

“ Belum tahu pasti berapa SD dan SMP serta berapa nilai Pagu proyek DAK ini, karena Juklak dan Juknisnya belum keluar, kalau sudah keluar baru lah kita bisa memastikan jumlah sekolah penerima proyek DAK,” urai Marzal.

Menjelang pelaksanaan proyek DAK sebutnya lagi, saat ini sedang dalam tahap ferifikasi sekolah penerima DAK dimana tim ferifikasi ini tentunya masih melibatkan jasa Konsultan. Ferifikasi ini, ada 4 Kecamatan yang belum dilakukan diantaranya Rimbo Ulu, Muara Tabir, VII Koto dan Serai Serumpun.

Sementara, ferifikasi tahap kedua akan segera dilakukan, diantaranya usulan proposal yang diajukan oleh Kepala UPTD dari dalam Kecamatan tentang sekolah yang layak dapat menerima proyek DAK.

Masing – masing sekolah nantinya beda – beda alokasi proyek DAKnya, ada yang mendapat rehab gedung, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), Jamban dan Perpustakaan. Namun, yang diprioritaskan adalah pembangunan RKB dan rehabilitasi gedung. (pri) 

Related News