Diduga Dua Pejabat Tebo Masuk Daftar Tunggu Jadi Tersangka Terkait Kasus Korupsi


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Jaksa penyidik Kejagung sepertinya terus mempelajari hasil perkembangan pemeriksaan beberapa pejabat Tebo pada Januari lalu. 

Alhasil tindak lanjut pemeriksaan oleh Satgasus Kejagung beberapa waktu lalu sudah mengantongi beberapa nama-nama pejabat yang kini statusnya sudah tersangka. 

Salah satunya adalah JP pejabat dilingkup Pemkab Tebo. JP yang kini tersandung kasus korupsi proyek pengaspalan jalan untuk paket 10 dan paket 11 pada tahun 2013-2014 oleh jaksa penyidik Kejagung statusnya telah dinaikan menjadi tersangka.

Merunut hasil pemeriksaan Satgasus Kejagung kemarin, tidak tertutup kemungkinan bakal ada lagi pejabat yang menyusul menjadi tersangka. Diduga nama SP dan SD pejabat di lingkup Pemkab Tebo digadang-gadangkan masuk dalam daftar tunggu penyidik kejagung. Pasalnya sudah belasan pejabat Tebo yang dimintai keterangan oleh tim Satgasus selama 3 hari sejak 3-5 Februari 2015. 

Adapun keduanya beberapa waktu lalu oleh tim Satgasus Kejagung diperiksa berkaitan dengan  Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan milik PT. Tebo Alam Lestari (TAL) serta terkait perizinan tambang batu bara.

Meskipun belum ada pemberitahuan resmi dari pihak penyidik Kejagung namun pemanggilan belasan pejabat Tebo diduga ada indikasi tindak pidana korupsi. Untuk itu kehadiran tim Satgasus Kejagung ke Tebo ini resmi adalah penyelidikan bukan ajang silahturahmi.

Seperti diberitakan sebelumnya, SP diperiksa tim Satgasus Kejagung berkaitan mengenai izin HGU PT TAL. Dimana Tim Satgasus Kejagung kemarin menerima pengakuan Kepala Desa Muaro Sekalo Kecamatan Sumay, M. Ali. AZ mengenai PT TAL, baik soal HGU maupun perizinan.

"Masalah izin PT TAL soal HGU dan izin lainnya masih banyak yang tumpang tindih. Yang jelas, apa yang ditanya saya jawab sesuai yang saya ketahui. Begitu juga dengan nomor rekening yang digunakan untuk trasfer uang. Sudah saya siapkan," terang M.Ali AZ kepada awak media usai diperiksa di ruang IAD Kejari Tebo.

Sedangkan pemanggilan SD dikabarkan terkait dengan perizinan pertambangan. Hanya saja ketika dikonfirmasi Teboonline.com melalui sambungan telepon terkait adanya salah satu pejabat Tebo yang kini jadi tersangka sampai saat ini teleponnya tidak mau diangkat. Bahkan ketika Teboonline.com mencoba meminta ijin untuk konfirmasi melalui SMS tetap saja tidak ada jawaban. (crew/de2)

Related News