Dicurigai Tempat Kumpul Kebo, Kos – kosan Bakal Disidak

SYARGAWI
Plt Kasi Trantib Kantor Lurah Wirotho Agung
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Petugas dari Kantor Kelurahan Wirotho Agung dan Kecamatan Rimbo Bujang, dalam waktu dekat ini akan melakukan pengecekan atau inspeksi mendadak (Sidak) ditempat kos-kosan atau rumah kontrakan yang dihuni oleh Pekerja Seks Komersial (PSK).

Pengecekan tersebut, terkait banyaknya laporan dari masyarakat tentang adanya keberadaan tempat kos-kosan. Selain ditempati PSK, kos - kosan disinyalir beralih fungsi untuk kumpul kebo pasangan yang bukan suami isteri yang sah, baik secara agama maupun secara administrasi Pemerintahan.     

Perlunya dilakukan pendataan keberadaan tempat kos-kosan atau rumah kontrakan yang ada di Wirotho Agung, dengan tujuan agar tamu atau pendatang yang keluar masuk menjadi penghuni tempat kos-kosan tersebut, bisa terdata dan diawasi untuk menghindari penyalahgunaan beralih fungsinya tempat kos-kosan dan rumah kontrakan menjadi tempat yang meresahkan lingkungan masyarakat.

" Benar, dalam waktu dekat ini kita dari Kantor Kelurahan dan Kantor Camat akan melakukan pendataan dan pengecekan langsung ke lokasi tempat kos-kosan. Untuk itu, kita minta kepada Ketua RT/RW dan pemilik rumah kontrakan, agar pro aktif untuk mensukseskan dan membantu tim pendataan yang akan turun ke lapangan. Bagi pemilik rumah kontrakkan, agar tidak menerima tamu menjadi penyewa atau penghuni rumah kontrakkan tersebut apabila tidak memiliki identitas yang jelas. Bagi pemilik rumah kontrakkan yang melanggar aturan akan dikenakan sanksi," papar M.Syargawi, Peltu Kasi Trantib Kantor Lurah Wirotho Agung, pada Teboonline.com, Minggu (1/3).    

Menurut Sargawi, masalah kependudukan perlu mendapatkan perhatian serius dan harus ditertibkan. Pasalnya, Wirotho Agung yang cukup padat penduduknya, ditambah lagi jumlah pendatang terus bertambah pada setiap tahunnya. Hasil laporan dari masyarakat yang masuk ke Kantor Kelurahan, banyak rumah kos-kosan yang meresahkan lingkungan.

Seperti, timbulnya suara kegaduhan dan kumpulnya orang pada larut malam. Bahkan, ada dibeberapa titik tempat kos-kosan sering digerebek oleh warga, karena untuk tempat asusila dan akhirnya pelakunya didenda berupa uang jutaan rupiah untuk cuci jalur.

" Dari pihak Kantor Lurah Wirotho Agung, menyiapkan berupa blanko atau formulir laporan yang akan digunakan dan disampaikan kepada semua pemilik tempat kos-kosan atau rumah kontrakan, agar mereka wajib membuat laporan rutinitas setiap bulan, berapa banyak rumah kontrakan yang dimiliki dan data identitas penghuni rumah kos-kosan. Selanjutnya disampaikan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke Kantor Kelurahan Wirotho Agung," tandas Syargawi. (husni)    

Related News