Terkait Perselisihan Wartawan Dengan Hakim PN Tebo, Polres Tebo Sarankan Sengketa Pers Diselesaikan Lewat Dewan Pers

Dialog : Kasat Reskrim Polres Tebo Riduan Hutagaol saat berdialog dengan Wartawan liputan Kabupaten Tebo

TEBOONLINE.COM MUARATEBO - Puluhan Wartawan liputan wilayah Kabupaten Tebo, Senin (16/2), menjumpai Kasat Reskrim Polres Tebo, Riduan Hutagaol usai acara pemusnahan barang bukti di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo. 

Puluhan Wartawan baik yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Indepeden Indonesia (AWII), Tebo Jurnalistick Club (TJC), maupun Wartawan lainnya menyarankan agar Polres Tebo tidak menanggapi
persolan sengketa Pers antara SP wartawan harian Jambi dengan Dede Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tebo.

"Intinya kita minta persoalan ini diserahkan ke Dewan Pers, bukan dipidanakan. Kan sudah ada perjanjian antara Dewan Pers dengan Polri yang menyatakan apapun bentuk sengketa Pers akan diselesaikan melalui Dewan Pers," ujar Iwan Perdana, Ketua AWII saat hearing dengan Kasat Reskrim Polres Tebo.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua TJC Tebo, M Taher. Dia menyarankan agar Polres Tebo segera melimpahkan laporan Dede Hakim PN Tebo ke Dewan Pers. "Kita minta Polres limpahkan masalah sengketa Pers antara SP dengan Dede ke Dewan Pers. Dewan Pers nantinya yang akan menyelesaikan masalah ini," kata Taher mewakili Wartawan lainnya.

Apa yang disampaikan Iwan dan M. Taher langsung ditanggapi Riduan Hutagaol Kasat Reskrim Polres Tebo. Dia mengaku bahwa, disaat Dede membuat lapaoran terkait pencemaran nama baik melalu pemberitaan disalah satu media cetak (Koran_red), disarankan agar melalui prosedur. Diantaranya, melayangkan hak jawab ke media yang bersangkutan.

"Sudah saya sarankan agar melayangkan hak jawab ke Pimpinan redaksi (Pimpred) media yang bersangkutan atau ke Dewan Pers. Bukan langsung melapor ke Polisi," tuturnya.

Namun, lanjut Kasat, sebagai Polri, apapun bentuk laporan harus diterima. Sebab, semua warga negara mempunyai hak yang sama dimata hukum, dalam artian siapa pun berhak membuat laporan ke Kepolisian.

"Kalau laporannya kita tolak atau tidak kita terima, nanti kita yang disalahkan," jelasnya.

Meski demikian, Kasat mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan Dewan Pers. Jika memang menurut Dewan Pers masalah ini adalah sengketa Pers, maka laporannya akan dilimpahkan ke Dewan Pers. 

"Kita nanti akan minta keterangan kepada Pimprednya. Dari hasil keterangan Pimpred nantinya baru kita koordinasikan dengan Dewan Pers," pungkasnya mengakhiri.

Untuk diketahui, SP salah satu wartawan harian liputan wilayah Kabupaten Tebo, Kamis (12/2) dilaporkan Dedek Agus Kurniawan SH, MH, hakim Pengadilan Negeri (PN) Tebo, ke Polres Tebo. Laporan polisi : LP/B-23/II/2015/JBI/RESTEBO, tersebut tentang dugaan pencemaran nama baik atas pemberitaan surat kabar Harian Jambi terbitan Selasa, 10 Februari 2015 halaman 18 dan terbitan Rabu tanggal 11 Februari 2015 juga halaman 18‎‎.

Dalam laporan disebutkan surat kabar tersebut memberitakan berita yang isinya fitnah. Dalam berita disebutkan jika Dedek Agus Kurniawan (pelapor,red) ketua mejelis hakim PN Tebo ada menerima uang perkara sebesar Rp 100 Juta dari keluarga terdakwa atas nama Damanhuri.  

Waktu itu Damanhuri adalah terdakwa pada kasus pencurian kerbau dengan nomor register perkara : 101 / pid.B/ 2014 /pn yang di vonis bebas murni. Atas kejadian tersebut pelapor membuat laporan. Atas laporan itu, SP dikenakan pasal 310 KUHP yaitu pencemaran nama baik. (crew/peta)

Related News