Sejumlah Perda Tebo Perlu Direvisi

Bupati Tebo Sukandar saat melantik salah satu Kades terpilih
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa berimplikasi terhadap seluruh regulasi desa di Tebo. Semua ketentuan yang mengatur tentang desa harus menyesuaikan dengan undang-undang tersebut.

Penyesuaian Perda tersebut sangat mendesak lantaran akhir tahun ini ada puluhan Kepala Desa di Kabupaten Tebo yang masa jabatannya habis. Proses pemilihan kepala desa (Pilkades) harus menyesuaikan ketentuan yang ada dalam Undang - undang desa, termasuk Peraturan Pemerintah (PP) sebagai aturan pelaksanaanya.

Keharusan penyesuian perda-perda yang berkaitan dengan pemerintahan desa ini diprediksi akan menjadi tugas berat pertama yang diterima Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kabupaten Tebo, Salah satu Perda yang perlu direvisi yaitu Perda Nomor 12,14,15 Tahun 2012, poin  penyususunan struktur Desa sangat jauh berbeda dengan struktur yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014.

“Saat ini kita masih kebingungan membuat struktur kepenggurusan perangkat desa, jika tetap mengacu kepada Perda No 15,14,12  tahun 2012 tentunya dikhawatirkan menyalahi aturan sesuai dengan UU No 6 Tahun 2014,” ungkap Suwarno, Sekdes Desa Purwoharjo Kecamatan Rimbo Bujang Kepada Teboonline.com, Minggu (22/2).

Lanjut Suwarno, meskipun Perda sudah tidak sesuai lagi dengan Undang-undang Desa No 6 Tahun 2014, Desa Purwoharjo tidak sedikitpun mengalami kesulitan dalam menjalankan roda Pemerintahan Desa.

“ Kami berharap, ada revisi terhadap Perda tersebut, meskipun sejauh ini kami tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan roda pemerintahan Desa,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tebo, Wartono Triyan Kusumo Saat dikonfirmasi Teboonline.com mengatakan, Memang ada beberapa aturan yang mesti menyesuaikan dengan UU Desa, tetapi tiga Perda itu paling penting untuk segera  ditindaklanjuti.

“Benar, ada beberapa Perda yang harus menyesuaikan dengan UU Desa, dan segera kita bahas untuk direvisi jika draft-nya sudah kita terima,” pungkas Wartono. (santos)

Related News