Pola Pembukaan Lahan Lebih Agresif, Aksi Perambah Difasilitasi Oleh Pemodal


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Pola pembukaan lahan untuk memanfaatkan sumber daya alam saat ini gerakannya lebih agresif.

Beragam cara dilakukan sekelompok orang untuk menggarap lahan kosong atau milik pemerintah. Padahal, pemerintah sebelumnya sudah menerapkan pembukaan lahan secara terorganisir dan lebih tertata.

"Kalau dulu itu istilahnya transmigrasi, tapi sekarang saya lihat pola seperti itu tidak ada lagi," ucap, Herlina, Humas Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup kepada Teboonline.com beberapa waktu lalu.

Dijelaskan dia, jika sejak tahun 1993 hingga sekarang pola pembukaan lahan yang terorganisir oleh pemerintah tersebut semakin pupus. Yang ada kata dia, pembukaan lahan banyak dilakukan oleh segerombol orang. 

"Ada yang dari Lampung, Palembang dan banyak lagi," sebutnya.

Sehingga gerakan masyarakat tradisional sekarang sudah terabaikan oleh negara. Sebaliknya saat ini masyarakatnya yang sudah dimodali oleh cukong lebih banyak pada kejahatan sumber daya alam. 

"Aksi perambahanlah, itu difasilitasi oleh orang yang punya uang," katanya.

Open akses kata dia, biasanya lebih banyak yang menjadi bidikan para pemodal. Pasalnya, lahan open akses yang sudah ditinggalkan oleh pihak perusahaan izin operaionalnya sudah habis. Akibatnya lahan ditinggalkan begitu saja oleh pihak perusahaan. 

"Biasanya lahan seperti ini yang banyak digarap oleh sekelompok masyarakat yang hanya ingin mencari keuntungan semata," tuntasnya. (crew/de2)

Related News