Pengangkatan PNS Sekdes Pematang Sapat Dipersoalkan

M. SHOBNI
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Sekretaris Desa (Sekdes) Pematang Sapat Kecamatan Rimbo Bujang yang dijabat oleh Didi, dipersoalkan. Pasalnya, pengangkatan Didi sebagai Sekdes yang saat ini berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan II A, terindikasi kental dengan unsure nepotisme dan tidak sesuai dengan kriteria.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Teboonline.com dilapangan menyebutkan, Didi diangkat menjadi PNS Sekdes Pematang Sapat pada tahun 2011 lalu. Awalnya, Didi diajukan sebagai Sekdes oleh Kades Pematang Sapat, Shobni yang nota bene adalah Orang tua kandung dari Didi itu sendiri.

Sebenarnya, pengajuan nama Didi sebagai Sekdes Pematang Sapat pada waktu itu sempat menuai kritikan dari masyarakat setempat. Namun, karena pengusulan tersebut kuat dengan unsure nepotisme sehingga proses tersebut terus berlanjut dan Didi akhirnya masuk dalam data base serta diangkat menjadi PNS Sekdes bersama para Sekdes di desa lainnya.

Tidak hanya itu saja, kejanggalan dalam pengangkatan Didi sebagai PNS Sekdes, juga tidak memenuhi kriteria Sekdes yang akan diajukan dalam pengangkatan PNS Sekdes. Pasalnya, sebelum diangkat menjadi PNS Sekdes, diketahui Didi belum pernah mengabdi sebagai Kaur Desa maupun sebagai Sekdes atau masa kerja sebagai Sekdes sebelum diangkat menjadi PNS, hanya terhitung bulanan.

Sementara, Sekdes yang diangkat menjadi PNS adalah Sekdes yang sudah mengabdi sejak tahun 2004 dan itu sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No 50 tahun 2007 tentang ketentuan pelaksanaan peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2007 tentang persyaratan dan tata cara pengangkatan Sekretaris Desa menjadi Pegawai Negeri Sipil Bab II Pasal 2 yaitu Sekretaris Desa yang diangkat dengan sah sebagai Sekretaris Desa sampai dengan tanggal 15 Oktober 2004, dan masih melaksanakan tugas secara terus menerus sampai dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007.

Bawai, salah satu putra Kabupaten Tebo turut mengomentari terkait persoalan pengangkatan Didi Sekdes Pematang Sapat yang diangkat menjadi PNS terindikasi unsure Nepotisme. Ia mempertegas bahwa hal itu adalah sebuah kasus yang tidak bisa didiamkan.

“ Akan kita giring kasus Sekdes PNS desa Pematang Sapat agar status PNSnya dicabut, karena Didi sebagai Sekdes dalam meraih status PNSnya diduga tidak dengan jalan yang benar, masak tidak pernah jadi Sekdes tau – tau diajukan jadi PNS Sekdes. Sesuai ketentuan kan dia harus punya masa kerja dari tahun 2004/2005 jadi Sekdes,” ujar Bawai pada Teboonline.com, Jumat (20/2).

Shobni, Kades Pematang Sapat yang masa jabatannya berakhir pada 16 Februari 2015 lalu saat dikonfirmasi Teboonline.com terkait hal itu tidak banyak komentar. Dia malah meminta untuk bertemu langsung dengan Teboonline.com. “ Besok aja lah kita ketemu di unit Rimbo Bujang,” jawab Shobni via HP. (santos)


Related News