Kejagung Tetapkan 3 Orang Tersangka Korupsi Proyek Pengaspalan Jalan Desa Muara Niro



TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Jaksa penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) baru-baru ini sudah menetapkan tersangka dalam proyek pengaspalan jalan di desa Muara Niro pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tebo. 

Hasil penyidikan tim Jaksa Kejagung dalam proyek senilai Rp 63 Milyar, diketahui ketiga tersangka tersebut adalah Joko Pariadi selaku Kepala bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Tebo, Saryono selaku Direktur PT Rinbo Peraduan dan Hasoloan Sitanggang selaku Dirut PT Bunga Tanjung Raya.

Namun sayang, sejak ketiganya ditetapkan sebagai tersangka oleh jaksa penyidik Kejagung tidak ada satupun yang berhasil ditemui untuk dimintai tanggapannya. Bahkan ketika Teboonline.com mencoba menghubungi melalui sambungan telepon, ketiga telpon yang dihubungi bernada tidak aktif. Hal ini memunculkan pertanyaan besar dikalangan rekan media yang ada.

"Iya saya dari kemarin nungguin Joko Pariadi (Tsk_red) mau tanya kasus ini juga tapi susah. Ditelepon juga HPnya dak aktif," kata sumber yang enggan namanya disebutkan.

Dan ternyata benar saja beberapa nomor Joko yang dihubungi satupun tidak ada yang bernada aktif. Begitu juga dengan nomor Kepala Dinas PU, Arief Mahruf Dachlan, nomor yang dihubungi juga tidak aktif lagi.

"Kalau libur gini memang HPnya jarang aktif," kata sumber lain.

Namun ditempat terpisah ada sumber lain yang menyebutkan ketika bertemu Joko dan saat disinggung masalah penetapan ia (Joko, red) sebagai tersangka, Joko bilang, "tidak tahulah mas, saya pusing kok saya," ucapnya menirukan joko.

Sementara itu, hal yang sama juga terjadi pada tersangka lainnya. Direktur PT Rindu Peraduan, Saryono ketika dikonfirmasi berkali-kali melalui sambungan telepon, handphonenya bernada tidak aktif.

Kasi Intel Kajari Tebo, Rais Dani saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon terkait kasus proyek pengerjan aspal jalan di Muara Niro ternyata HPnya juga tidak aktif.

Seperti diberitakan dalam rilis detik.com Jakarta Jumat (27/2) Kejagung berhasil membongkar praktek korupsi di dua daerah yakni Kabupaten Tebo dan Provinsi Jambi. Adapun hasil penyidikan jaksa penyidik Kejagung yang menangani dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan proyek pengaspalan jalan di Muara Niro pada Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Tebo, Jambi ke tahap penyidikan. Sudah menetapkan 3 orang tersangka dalam proyek senilai Rp 63 Milyar tersebut.

‎"Yang di Jambi itu sudah penyidikan, sudah ada tersangkanya," ucap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Widyo Pramono di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2015).

‎Ketiga tersangka itu adalah Joko Pariadi selaku Kepala bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Tebo, Saryono selaku Direktur PT Rinbo Peraduan dan Hasoloan Sitanggang selaku Dirut PT Bunga Tanjung Raya. Kasus korupsi itu ditemukan dalam pekerjaan proyek paket 10 pengaspalan jalan PAL 12 sampai jalan 21 (unit 1) dan paket 11 pengaspalan jalan Muara Niro sampai Muara Tabun pada tahun 2013-2014.

Ditempat yang sama, Kasubdit Penyidikan Sarjono Turin menambahkan bahwa modus korupsi yang dilakukan yaitu proyek pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi. Jadi kualitas aspal yang digunakan tidak sesuai surat edaran Menteri PU tahun 2010.

‎"Rekanan pelaksana proyek PT Rinbo peraduan mengerjakan proyek yang tidak sesuai spek dari kontrak sebagaiman standar kualitas yang berdasarkan surat edaran menteri PU 2010," kata Turin. (crew/de2)

Related News