Kadis PU Tebo Penuhi Panggilan Kejari Terkait Proyek Jalan dan Turab Muara Tabun

Jalan Muara Tabun yang menjadi lokasi proyek Turab, saat ini pihak Kejari Tebo tengah melakukan
penyelidikan terhadap Dinas PU Tebo dan rekanan 

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Kepala Dinas (Kadis) PU Tebo Arif Makruf Dahklan, Senin
(9/2), penuhi panggilah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo, untuk dimintai keterangan terkait pembangunan jalan dan turab di Desa Muara Tabun Kecamatan VII Koto anggaran tahun 2014. 

Tidak itu saja, tampak Sanusi PPTK proyek dan Nur Khoiron pemilik perusahaan yang mengerjakan Jalan dan turab tersebut.

Rais Dani, Kasi Intel Kejari Tebo sewaktu dikonfirmasi Teboonline.com menjelaskan, pemanggilan Kadis PU Tebo dan Sanusi merupakan lanjutan proses penyelidikan, dimana keduanya pada Kamis, (5/2) lalu, berhalangan hadir.

"Tahap awal penyelidikan ini kita panggil dulu mereka (Kadis PU dan Sanusi, red). Yang bersangkutan minggu lalu berhalangan," kata Rais saat dikonfirmasi Teboonline.com.

Rais menjelaskan, dari hasil investigasi tim Kejari beberapa hari lalu dilokasi ambruknya turab dan jalan di Muara Tabun, kini pihaknya bakal melakukan proses penyelidikan. Hal ini untuk mengetahui apakah ada dugaan tindak pidana korupsi pada proyek turab dan jalan tersebut.

"Ini baru tahap penyelidikan, karena kita butuh informasi dari beberapa pihak terkait," katanya.

Selain Kadis PU dan PPTK, kata Rais, pihaknya juga memanggil NR pemilik perusahaan yang mengerjakan pembangun turab dan jalan di desa Muara Tabun. 

"Pemanggilan NR memang sesuai jadwal," tuturnya.

Saat disinggung, apakah dalam proses investigasi yang dilakukan minggu lalu diduga ada perbuatan tindak pidana korupsi, Rais belum bisa menyimpulkan. Pasalnya bagaimanapun juga, saat ini Kejari bakal menyelidiki kasus tersebut, apakah ada unsur korupsi atau tidak.

"Ya kalau hasil penyelidikan nanti ada dugaan korupsi, baru kita tingkatkan ke penyidikan," katanya.

Diketahui, proyek jalan dan turab di desa Muara Tabun dikerjakan oleh CV. Karya Utama. Pekerjaan proyek tersebut mengunakan dana APBD TA. 2014 (dana tak terduga) senilai lebih dari Rp. 375 Juta. Sayangnya, baru beberapa bulan dikerjakan jalan dan turab perlahan mulai amblas.

Kian hari amblasnya jalan dan turab bertambah parah hingga mencapai kedalaman 3 meter lebih. Untuk memastikan kondisi tersebut, beberapa minggu yang lalu tim dari Kejari Tebo turun kelokasi untuk mengcrosscek hasil pekerjaan. Sementara, desas desus menyatakan kalau proyek jalan dan turap tersebut dikerjakan oleh SP salah satu anggota DPRD Tebo. (crew/peta)

Related News