Kades Muara Tabun Penuhi Panggilan Kejari Tebo Terkait Proyek Jalan dan Turab


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Kades Muara Tabun, Sayuti dan Anggota BPD, Senin (16/2) memenuhi panggilan Kejari Tebo. Pemanggilan keduanya untuk melanjutkan proses penyelidikan terkait proyek pembangunan turab dan jalan Muara Tabun.

Namun sayang dalam pemeriksaan itu, anggota BPD Desa Muara Tabun berhalangan hadir dikarenakan suatu hal.

"Benar, atas nama Sayuti, Kades Desa Muara Tabun sudah kita mintai keterangan," sebut Restu A.Cahyono, Kasi Pidsus, Kejari Tebo kepada Teboonline.com, Senin (16/2).

Kades yang datang sendiri pukul 10.00 wib tersebut, didalam pemeriksaannya kemarin mengaku, jika dirinya tidak mengetahui permasalahan proyek turab dan jalan di desanya. Hanya saja lanjut Restu, kades tersebut bilang memang mengetahui ada pembangunan proyek turab dan jalan.

"Karena dia (Kades_red) tiap hari lewat situ. Tapi kalau urusan teknis mengenai proyek itu kades tidak tahu," kata Restu meyakini.

Masih terkait proyek turab dan jalan Restu berjanji tidak bakal gegabah dalam melakukan proses penyelidikan. Pasalnya, proses penyelidikan tersebut harus memiliki dasar data dan bukti yang lengkap. Jika ini dirasa sudah cukup dan harus dilanjutkan ke tahap penyidikan, ia dan tim tidak perlu repot-repot lagi menggali data.

"Makanya dalam pemeriksaan ini saya tidak ingin gegabah dulu, dan masih banyak pihak-pihak terkait yang bakal kita panggil lagi. Karena penyelidikan ini kalau perlu data yang kita punya harus detail," bebernya lagi.

Dalam kutipannya diatas, apakah ada pihak atau pejabat lain yang bakal dipanggil lagi, Restu tidak menampik hal itu. 

"Dalam dua hari ke depan pasti ada pihak yang bakal dipanggil lagi. Jika proses penyelidikan sudah cukup data, secepatnya kita tingkatkan ke penyidikan," sebutnya.

Terakhir Restu berkomitmen bakal menuntaskan kasus proyek turab dan jalan Muara Tabun. Untuk itu ia meminta kepada seluruh pihak untuk bersabar menunggu proses evaluasi penyelidikan selanjutnya. 

"Paling lama proses penyelidikan 4 bulan, yang jelas secepatnya," ujarnya.

Terkait hasil pemeriksaan kemarin, Kejari Tebo sampai saat ini sudah meminta sejumlah keterangan dari beberapa pihak yakni, Kadis PU, Arief Makhruf Dachlan, PPTK Proyek, Sanusi, Pemilik CV Karya Utama NR, Anggota DPRD Tebo Supeno, Kabag Keuangan Zainudin Abas dan Sekda Tebo.

Pemanggilan tersebut untuk mendapatkan keterangan terkait pembangunan proyek turab dan jalan yang amblas hingga kedalaman 3 meter. Jika dari hasil penyelidikan ditemukan adanya dugaan korupsi, Kajari Tebo bakal meningkatkan lagi status pemeriksaan dari penyelidikan ke tingkat penyidikan.

Untuk diketahui pula bahwa proyek jalan dan turab di desa Muara Tabun dikerjakan oleh CV. Karya Utama, dimana pekerjaan proyek tersebut mengunakan dana APBD tahun 2014 senilai lebih dari Rp. 375 Juta. Namun, karena  baru beberapa bulan dikerjakan jalan dan turab perlahan mulai amblas, akhirnya hal inipun sampai ketangan pihak Kejari Muaro Tebo. (crew/de2)

Related News