Hakim Pengadilan Negeri Tebo Laporkan Wartawan Harian Jambi Ke Polisi


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - SP, salah satu wartawan harian liputan wilayah Kabupaten Tebo, Kamis (12/2) dilaporkan oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Tebo, Dedek Agus Kurniawan SH, MH ke Polres Tebo. Hal itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Tebo, Ridwan Hutagaol.

Dijelaskannya, laporan Polisi : LP/B-23/II/2015/JBI/RESTEBO, tersebut tentang dugaan pencemaran nama baik atas pemberitaan surat kabar Harian Jambi terbitan Selasa, 10 Februari 2015 halaman 18 dan terbitan Rabu tanggal 11 Februari 2015 juga halaman 18‎‎.

"Surat kabar tersebut memberitakan berita yang isinya fitnah. Dalam berita disebutkan jika Dedek Agus Kurniawan (pelapor,red) ketua majelis Hakim PN Tebo ada menerima uang perkara sebesar Rp 100 Juta dari keluarga terdakwa atas nama Damanhuri.  Waktu itu Damanhuri adalah terdakwa pada kasus pencurian kerbau dengan nomor register perkara : 101 / pid.B/ 2014 /pn yang di vonis bebas murni. Atas kejadian tersebut pelapor membuat laporan," terang Kasat kepada sejumlah Wartawan.

"Atas laporan itu, SP dikenakan pasal 310 KUHP yaitu pencemaran nama baik," pungkas Kasat lagi.

Terkait laporan tersebut, Ketua Aliansi Wartawan Independen Indonesia (AWII), Iwan Perdana mengatakan, sesuai dengan kesepakatan Kapolri dengan ketua dewan pers, apapun yang menyangkut sengketa Pers akan dikembalikan ke Dewan Pers. Dalam artian, tidak ada sengketa Pers yang sampai ke ranah pidana.

"Salah di pemberitaan, perbaikannya dalam pemberitaan. Jadi tidak ada yang namanya sengketa pemberitaan sampai ke pidana," jelasnya.

Iwan juga mengatakan, jika ada orang atau lembaga yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, bisa menggunakan hak jawabnya dengan cara melayangkan hak jawab ke kantor atau perusahaan dimana pemberitaan tersebut diterbitkan.

"Jika hak jawab tidak digubris, orang atau lembaga yang merasa dirugikan bisa Somasi ke Dewan Pers. Tapi bukan buat laporan Kepolisian tentang pencemaran nama baik," tuturnya lagi.

Terpisah, Ketua organisasi Tebo Jurnalistick Club (TJC), M Taher juga mengatakan hal yang sama. Dikatakannya, hari ini (Senin,red) dia bersama Wartawan yang tergabung dalam organisasi TJC maupun yang tidak tergabung, akan mendatangi Polres Tebo, dan minta kepada Kapolres Tebo agar tidak menanggapi laporan dari Dedek Agus Kurniawan SH, MH, hakim PN Tebo.

"Kita akan menghadap Kapolres untuk menyarankan agar tidak menanggapi laporan itu. Sengketa Pers harus diselesaikan oleh Dewan Pers, bukan dikenakan pidana. Kalau sengketa Pers sampai ke pidana, ini sama dengan mengekang kebebasan Pers dan untuk apalagi gunanya UU Pers yang sudah disepakati," jelasnya.

"Jika laporan itu ditanggapi oleh Polres, nantinya semua orang yang tidak senang dengan pemberitaan bisa melaporkan hal yang sama, yaitu pencemaran nama baik. Terus, dimana lagi letak Pers sebagai kontrol sosial dan dimana letak kebebasan Pers," pungkasnya mengakhiri. (crew/peta)

Related News