Ekonomi Lemah, Picu Angka Pernikahan Menurun

TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Angka pernikahan pada tahun 2014 menurun sampai dengan 20 persen, bila dibandingkan dengan angka pernikahan pada tahun 2013 lalu yang mencapai angka 50 persen. Data dan grafik angka pernikahan tersebut menurut versi Kantor Urusan Agama (KUA ) Kecamatan Rimbo Bujang.

Beragam tanggapan, terkait menurunnya angka pernikahan tahun 2014 di Kecamatan Rimbo Bujang. Seperti, menurunnya angka pernikahan dipicu karena ekonomi di masyarakat sedang melemah, dan ada juga beranggapan menurunnya angka pernikahan dikarenakan, tingkat pendidikan  dimasyarakat sudah tinggi.

" Benar, 2014 ini angka pernikahan menurun 20 sampai dengan 30 persen di Kecamatan Rumbo Bujang, dibandingkan dengan tahun 2013 angka pernikahan cukup tinggi mencapai 50 persen. Sedangkan untuk data angka perceraian adanya di Pengadilan Agama (PA) Muara Tebo," jelas  Azwan.SAg, Kepala KUA Rimbo Bujang, saat dikonfirmasi Teboonline.com, Rabu (4/2)

Pasangan Calon Pengantin (Catin), imbuh Azwan.SAg, idealnya sesuai program Pemerintah yakni perempuan usia 16 tahun dan pria usia 18 tahun. Alasannya, usia Catin perempuan 16 tahun dan pria 18 tahun dianggap bakal sudah siap dan matang, untuk bersuami Isteri dalam menempuh mahligai rumah tangga.           

Sementara itu, Maimunda, Kepala seksi Sosial Kantor Lurah Wirotho Agung mengatakan, menurutnya menurunnya angka pernikahan, merupakan bukti tingkat pendidikan di masyarakat sudah meningkat tinggi.

" Memang benar, angka pernikahan 2014 menurun, hal ini dapat dilihat kurangnya warga mengurus Surat keterangan NA. Generasi muda, banyak mengulur waktu pernikahan dengan melanjutkan pendidikannya ke Perguruan tinggi," ujar Kasi Sos Maimunda.             

Hal senada, disampaikan Jon Eksforizal, Ketua RT jalan Yos Sudarso Wirotho Agung, menurutnya bukan hanya generasi muda menunda usia pernikahan dini (Muda_red) dikarenakan meneruskan pendidikannya sampai ke Perguruan tinggi saja. Tetapi juga  sangat dominan karena faktor ekonomi  di masyarakat sedang krisis sehingga generasi muda menunda pernikahannya.

" Banyak kawula muda atau orang tua Catin menunda pernikahan anaknya, di karenakan keuangan untuk mengadakan resepsi pernikahan sangat minim. Ya, ekonomi masyarakat sedang kurang menguntungkan, lebih baik pernikahan ditunda menjelang dapat rezeki," papar Ketua RT Jon Eksforizal. (asa)         




Related News