2 Hari, Buruh Harian Lepas Rimsa Gelar Aksi Mogok Kerja

TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Merasa tuntutannya belum dipenuhi oleh pihak Manajemen unit Kebun Rimsa PTPN VI Rimbo Bujang, ratusan Buruh Harian Lepas (BHL) yang bekerja sebagai pemanen Tandan Buah Sawit (TBS), menggelar aksi mogok kerja.

Pantauan Teboonline.com dilapangan, aksi mogok kerja BHL Rimsa tersebut digelar di Avdeling 2 selama dua hari yaitu Senin (2/2) dan Selasa (3/2). Menurut salah seorang BHL yang mengaku sudah puluhan tahun bekerja di Rimsa mengatakan, tuntutan BHL adalah kenaikan gaji.

“ Sudah lama para BHL ini mengusulkan kenaikan gaji, tapi gaji juga belum naik makanya kami mogok kerja,” ungkap salah seorang BHL yang enggang disebut namanya, Selasa (3/2).

Sementara, para BHL lainnya menyatakan, sebelum ada kejelasan dari pihak Rimsa tentang kenaikan gaji para BHL, maka para BHL akan tetap bertahan melakukan mogok kerja.

Pihak Manajemen Rimsa, melalui Asdum atau Humas, Zainudin saat dikonfirmasi Teboonline.com membenarkan tentang aksi para BHL tersebut. Menurutnya, BHL bukan mogok kerja, melainkan berhenti bekerja sementara karena BHL sedang menyampaikan aspirasinya.

“ Ya benar, pemanen (BHL-Red) tidak bekerja sementara karena mereka sedang menyampaikan aspirasinya, tapi cara mereka ini salah. Sebaiknya mereka itu datang ke kantor, sampaikan dengan baik apa aspirasi mereka itu seperti lewat jalur diplomasi,” ujar Zainudin.

Lebih jauh dikatakan Zainudin, tuntutan mereka (BHL_red) adalah minta kenaikan gaji. Sementara, pihak manajemen Rimsa sudah memprosesnya sejak lama dan saat ini tengah diproses di Kantor Direksi Jambi.

“ Realisasi kenaikan gaji BHL ini pada bulan Februari 2015, gaji bulan Februari ini diterima oleh BHL pada awal bulan Maret. Nah, pengertian BHL ini, gaji naik diterima pada bulan Februari ini, makanya mereka rame – rame menggelar aksi itu,” jelas humas Rimsa ini.

Untuk gaji para BHL ini sebutnya lagi, minimal sesuai dengan standar Upah Minimum Propinsi (UMP) dan bahkan, gaji yang diterima oleh BHL ini diatas Rp 2 Juta/bulannya. Karena, para BHL ini mendapatkan persen dari perkilo TBS yang dipanennya.

“ Kalau hari ini (Kemarin_red) tidak bekerja, kan mereka juga yang rugi karena hari ini tidak mencapai kelebihan target,” ujar Zainudin sambil mengatakan bahwa untuk urusan BHL ini adalah tanggung jawabnya langsung kepada manajemen Rimsa, tidak dengan Kontraktor. (crew/santos)  

Related News