Tahunan Jadi DPO, Bambang Waluyo Mantan Anggota DPRD Tebo Akhirnya Tertangkap


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Akhirnya, mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tebo periode 2004-2009, Bambang Waloyo yang selama ini jadi Daftar Pencarian Orang (DPO) berhasil dieksekusi pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo. Eksekusi yang dipimpin oleh Kasi Intel dan Kasi Pidsus tersebut berlangsung sukses.

"Atas arahan Kajari, kita langsung melakukan penangkapan terhadap BW di konter HP miliknya," sebut Restu Kasi Pidsus, Kejari Tebo, kepada Teboonline.com, Senin (26/1).

Restu membeberkan kronologis penangkapan terpidana BW tersebut, berawal atas intruksi Kajari, dimana kata Kajari ada 3 orang terpidana yang kini menjadi DPO Kejari Tebo. Salah satunya adalah Bambang Waluyo yang kini sudah mendekam di Rutan Tebo. 

Tim Kejari yang dipimpin Kasi Intel Kejari Tebo Rais dan anggota mulai bergerak ke Rimbo Bujang pukul 12.00 wib. Merasa minimnya personil Kejari untuk mengeksekusi terpidana BW, diputuskan untuk melakukan kordinasi dengan anggota Polsek Rimbo Bujang.

"Untuk proses eksekusi kita diback up oleh anggota Polsek Rimbo," sebut Restu.

Akhirnya Kata Restu, proses penangkapan Bambang Waluyo dikediamannya tanpa sedikitpun menemukan kendala. Dari terpidana maupun keluarganya sendiri sama sekali tidak ada perlawanan yang berarti. 

Dalam eksekusi tersebut, tim juga sempat membeberkan maksud kedatangan dengan disertai penunjukan surat perintah eksekusi yang disertai dengan surat Putusan Mahkamah Agung RI 1620K/Pid.Sus/2010 tanggal 4 November 2010.

"Ya, Terpidana dinyatakan bersalah dan divonis oleh MA dengan hukuman 1 tahun 6 bulan," kata Restu sambil menunjukan surat putusan Kasasi dari MA.

"Sebentar kok, paling cuma 20 menit langsung kita bawa terpidana menuju Rutan Tebo," timpalnya lagi.

Terkait kasus tunjangan kesehatan dan perjalanan dinas, terpidana Bambang Waluyo harus menjalani lagi sisa masa tahanannya. Pasalnya Kata Rudi, selama ini terpidana sudah menjalani masa tahanan 2/3 masa tahanan dengan status sebagai tahanan kota. 

"Kemungkinan terpidanan tinggal menjalani masa hukumannya saja," sebut Rudi.

Dijelaskan Restu lagi, setelah pelaku berhasil ditangkap di rumahnya, dan tim pun langsung mengeksekusi dengan membawa BW masuk ke dalam mobil tahanan, hingga dibawa ke Tebo untuk dilakukan Cek Kesehatan di rumah sakit umum daerah STS, sekitar Pukul 13.45 wib

Diakui Restu, dari hasil cek kondisi pelaku di sakit RSUD STS Tebo melalui dokter bahwa kondisi kesehatan BW sehat, atas keterangan tersebut. Akhirnya pihak Kejari harus menahan pelaku, sehingga diserahkan ke Lembaga Pemasyarakatan.

Berdasarkan investigasi tim Tipikor dalam kasus yang menjerat mantan anggota DPRD Tebo secara berjamaah, diketahui sudah merugikan negara sebesar Rp 1,4 Miliar. Adapun BW sendiri sudah menikmati uang hasil korupsi pada kasus tunjangan kesehatan dan perjalanan dinas sebesar Rp 144.674.680. (crew/de2)

Related News