Melanggar Perda, Kenopi Bangunan Ruko Di Pasar Sarinah Bakal Dibongkar

Salah satu Kenopi yang terdapat di bangunan Ruko di Pasar Sarinah, Kenopi tersebut terancam dibongkar
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Sejumlah bangunan Ruko yang ada di kawasan pasar Sarinah, Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, terkesan semrawut. Pasalnya, di beberapa titik kawasan pasar Sarinah ini banyak ditemui bangunan ruko yang menyalahi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tebo dan melenceng dari izin mendirikan bangunan (IMB) yang ada.

Seperti adanya pemilik ruko menambah bangunan kenopi didepan teras maupun samping ruko yang menempati badan jalan atau gang, sehingga mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan pemandangan  pasar Sarinah menjadi tidak asri.               

Berdasarkan Perda nomor 03 tahun 2013, tentang Ketertiban umum Pasal 2 Ayat 1 dan Bab II Pasal 2 Ayat 1, tentang Ketertiban  Bagian ke 1 dan Penertiban tempat usaha Pasal 3 Ayat 1 dan 2, dilarang menambah bangunan/Kenopi dibagian samping dan depan ruko, yang menempati badan jalan melebihi ukuran IMB, apalagi memagar dan memindahkan barang jualannya keluar ruko, yang mengakibatkan terganggunya aktifitas umum dan merusak pemandangan.

" Benar, banyak bangunan ruko di kawasan pasar Sarinah sudah menyalahi aturan atau melanggar Perda Kabupaten Tebo nomor 03 tahun 2013," jelas Soedjarijo, Lurah Wirotho Agung pada Teboonline.com, Selasa (20/1).         

Ditambahkan Lurah Soedjarijo, terkait Perda Kabupaten Tebo, diminta supaya pemilik ruko membersihkan barang - barang tidak penting yang terletak di depan ruko seperti  reklame, baliho dan lainnya, yang tidak digunakan lagi baik yang terletak di teras bagian atas dan depan ruko, yang mengganggu pemandangan keindahan pasar Sarinah. Dan Segera membongkar bangunan kenopi tambahan teras.

" Pihak Kantor Lurah, sudah menyurati pemilik ruko merupakan teguran tertulis pertama. Apabila, teguran tertulis satu dua dan tiga tidak diindahkan, maka langkah selanjutnya pihak tim gabungan Satpol PP Tebo, terpaksa akan turun melakukan penertiban dan pembongkaran bangunan yang menyalahi aturan tersebut," tandas Lurah Soedjarijo. (asa)               

      

Related News