Marak Perzinahan Di Hotel, YLDHK Surati Lembaga Adat Tebo

ENDITA
Ketua YLDHK Tebo
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG -  Yayasan Lembaga Derap Hukum dan Kriminalitas (YLDHK) wilayah Kabupaten Tebo, 

Surati Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Kabupaten Tebo, terkait beralih fungsinya Hotel menjadi tempat perzinahan, diwilayah Kecamatan Rimbo Bujang.

Indikasi penyalah gunaan fungsi hotel menjadi tempat perzinahan di Rimbo Bujang, terbukti  banyaknya laporan  masyarakat yang masuk ke sekretariat YLDHK Tebo. 

Terkait hal tersebut, YLDHK memberikan input, mengingatkan dan mengajak  LAMJ Tebo untuk mensosialisasikan dan memasyarakatkan aturan adat kepada masyarakat luas, yang berlaku di Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung Kabupaten Tebo.

LAMJ Tebo, perlu berkoordinasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo, DPRD Tebo, Aparat penegak Hukum dan instansi terkait lainnya, untuk memantau dan membuat peraturan penegasan kepada pengelola atau pemilik hotel, tentang tamu atau pengunjung yang keluar masuk hotel. Hal itu seperti yang dikatakan Ketua YLDHK Kabupaten Tebo, Endita.

" Sudah saatnya ditegaskan tentang peraturan dan sanksi di hotel, seperti pihak pengelola hotel membuat buku laporan tamu dan memeriksa identitas tamu. Kalau tamu laki- laki bersama perempuan tidak punya identitas dan apa lagi bukan suami istri jelas jangan diterima untuk menginap di hotel tersebut," ujar Endita, Ketua YLDHK Tebo, pada Teboonline.com, Kamis (1/1).                

Menurut pantauan YLDHK Tebo, imbuh Endita, adat melayu Jambi kurang memasyarakat dan melembaga di Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ilir dan Rimbo Ulu. Untuk itu, fenomena ini menjadi tanggung jawab moral bagi LAMJ Kabupaten Tebo dan jajarannya.  

Terkait hal tersebut, YLDHK sudah menyurati LAMJ Tebo, dengan tembusan YLDHK Jambi, Bupati Tebo, Ketua DPRD Tebo, Kajari Tebo, Kapolres Tebo, Dandim 0416 Bute, Ketua MUI Tebo, LSM di Tebo dan Media massa di Tebo.

" Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima YLDHK, terindikasi adanya pelajar berzina dan suami orang dengan isteri orang berzina di hotel yang ada di Rimbo Bujang. Masyarakat minta kepada pemerintah untuk membuat peraturan dan legislatif sudah saatnya membuat Perda Kabupaten Tebo, tentang tamu yang masuk ke hotel." tandas Endita.                  

Ketua LAMJ Kelurahan Wirotho Agung, Samsu dikonfirmasi membenarkan, bahwa hukum Adat Melayu Jambi belum sepenuhnya dipahami secara luas oleh masyarakat Wirotho Agung maupun mayarakat di Kecamatan Rimbo Bujang.

Untuk itu, kedepan peranan LAMJ Wirotho Agung bekerjasama dengan LAMJ Kecamatan dan LAMJ Kabupaten Tebo, akan ditingkatkan untuk sosialisasi tentang adat istiadat melayu Jambi kepada masyarakat. Sehingga dapat terwujud bak pepatah, dimana bumi dipijak disitu langit di junjung, dimana tembilang dicacak disitu tanaman tumbuh.

" Pada prinsipnya, kita mendukung masukan dari LYDHK Tebo, terkait adanya peraturan yang harus diterapkan disetiap hotel, agar mempunyai buku laporan tamu dan pemeriksaan identitas tamu, seperti KTP dan lainnya bagi tamu yang masuk di hotel," pungkas Samsu. (asa)              
        


Related News