Hidupkan Musik Keras, Kafe Terancam Ditutup

TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Sejumlah Kafe yang ada di wilayah Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, yang mendominasi membunyikan suara music keras terancam ditutup.

Pasalnya, ada beberapa kafe membunyikan suara music cukup keras, pada saat jam waktu salat Magrib dan Isya serta waktu larut malam, sehingga menimbulkan suara kebisingan dan mengganggu ketenteraman lingkungan.

Hal tersebut, terbukti dengan adanya laporan warga dan pengecekan langsung ke lapangan oleh petugas ketenteraman dan ketertiban masyarakat (Trantib) Kantor Lurah Wirotho Agung.                    

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No 3 tahun 2013 tentang ketertiban umum, Bab II Bagian 3 tentang ketertiban lingkungan, Pasal 7 setiap orang dilarang, a.membunyikan radio, tape recorder, pesawat tv dan bunyi - bunyian lainnya, setelah lewat pukul 22.00 wib, apabila mengganggu ketenteraman umum.

Bab V Ketentuan pidana pasal 6, Ayat 1, barang siapa melanggar ketentuan yang diatur dalam Perda ini, diancam dengan hukuman kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 50 Juta.

" Dari pihak Kantor Lurah, sudah menyampaikan surat teguran yang kedua kepada para pemilik atau pengelola kafe yang membunyikan suara music keras, yakni kepada Lia pengelola salah satu kafe yang ada di Wirotho Agung," papar M.Syargawi, petugas Trantib Kantor Lurah Wirotho Agung, pada Teboonline.com, Rabu (7/1).             

Dikatakannya, banyak laporan warga yang masuk ke bagian Trantib Kantor lurah Wirotho Agung, terkait keresahan warga akibat suara music yang keras dari pihak kafe, yang membuat kebisingan lingkungan.

Kejadian seperti ini sudah berlangsung lama, sejak kehadiran kafe tersebut. Warga yang mengeluhkan kebisingan suara music ini, lebih memilih langkah melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Lurah Wirotho Agung.

" Kita ingatkan kepada pengelola kafe agar mematuhi Perda Tebo, tentang ketertiban umum yang mengatur bunyi -bunyian yang mengganggu ketenteraman lingkungan. Apa bila surat teguran ke 3, tidak juga diindahkan oleh pihak pengelola kafe, maka selanjutnya Tim yang akan menindak tegas," tandas Syargawi.               

Sementara, Sugiono tokoh pemuda Wirotho Agung dikonfirmasi mengatakan, menurutnya pihak pengelola kafe harus mematuhi Perda atau aturan yang  ada. Sehingga, keberadaan kafe tersebut tidak meresahkan masyarakat.

" Warga minta, agar pihak kafe mematuhi peraturan yang ada.kalau pihak pengelola kafe tidak mau mematuhi himbauan Trantib atau pihak yang berkompeten, bagusnya ditutup saja itu kafe," ujar tokoh pemuda Sugiono. (asa)        

Related News