Harga Sembako Di Pasar Sarinah Terus Merangkak Naik

Hj. NURSAMSI
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Pemerintah pusat memberlakukan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhitung pada tanggal 19 Januari 2015. 

Seiring dengan turunnya harga BBM tersebut, pihak Pemerintah berharap agar harga sembilan kebutuhan pokok (Sembako) yang naik dapat ikut turun.

Namun, apa yang terjadi ditengah – tengah masyarakat. Pada kenyataannya, harga Sembako di pasaran malah terus merangkak naik seolah tidak peduli dengan turunnya harga BBM. 

Pasalnya, harga dasar Sembako memang sudah pada harga yang tinggi sebelum berada pada tangan penjual grosiran di pasaran.

Seperti yang diungkapkan oleh pemilik Toko Man Pasar Sarinah Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, Hj Nursamsi. Pemilik Toko Sembako harga Grosiran ini menyatakan bahwa, tidak ada satu pun harga Sembako yang turun paska diturunkannya harga BBM.

“ Harga BBM turun, harga Sembako malah terus naik, kami pedagang juga tidak tahu kenapa harga di Suplayer tinggi dan tidak menurunkan harga,” ungkap Nursamsi pada Teboonline.com, Selasa (27/1) saat ditemui di Tokonya.

Tingginya harga Sembako tersebut lanjutnya, terjadi saat naiknya harga BBM kemarin dan sejak itu tetap bertahan dan terus naik. Seperti, minyak makan curah dengan HET Rp 10.200/kg, minyak kemasan Rp 138 Ribu/dus isi 12 bungkus.

Kemudian, harga Gula pasir 9500/kg, Beras Rp 101 Ribu/sak isi 10 Kg, Tepung Segi Tiga Biru Lencana Rp 152 Ribu/sak atau 25 kg, Tepung Segi Tiga Biru Rp 172 Ribu/sak atau 25 kg, Tepung Segi Tiga Biru Simpul Rp 135 Ribu/sak atau 25 kg.

“ Kenaikan yang signifikan terjadi pada harga Telor, dari biasanya harga Rp 28 Ribu/karpet naik menjadi Rp 38 Ribu/karpet, kami tidak tahu apa penyebabnya,” tukas Nursamsi.

Untuk kebutuhan Telor di Kecamatan Rimbo Bujang, cukup tinggi dan Telor tersebut disuplay dari luar daerah seperti Sumatera Barat. Untuk beras sendiri, itu disuplay dari Lampung dan Palembang. (asa/crew)



   

Related News