Harga Getah Karet Di Rimbo Bujang Belum Stabil

Warga saat menimbang getah karet
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Meskipun harga karet tingkat petani di Tebo naik dari Rp 6 ribu menjadi Rp 8 ribu perkilonya, tapi belum dirasa stabil. 

Pasalnya, untuk mengimbangi kebutuhan sehari-hari petani harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

"Kalo sekilonya dihargai Rp 12 Ribu itu baru pas," sebut Ratno, petani Rimbo Bujang, kepada Teboonline.com, Rabu (14/1).

Ratno tidak tahu sampai kapan kondisi ini terus berlangsung. Karena hampir 6 tahun lebih harga karet yang ia terima belum menunjukan perbaikan. "Paling tinggi itu cuma Rp 10 Ribu, itu saja sudah lumayan sekali," katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Mukti, warga Desa Teluk Kuali ini menuturkan, jika harga karet yang ia terima belum bisa menutupi kebutuhan keluarganya. Padahal jika dibandingkan secara kualitas, karet yang ia olah mulai dari memotong hingga penjualan sudah cukup baik.

"Boleh dibandingkan dengan yang lain mas, karet saya bersih tidak ada campuran macam-macam," umpatnya.

Terkait masalah ini, Dedi Kabid Perindag, Dinas Koperindag Kabupaten Tebo menanggapi banyaknya keluhan petani karet yang ia dengar. Untuk kondisi ini dirinya menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar. Karena naik turunnya harga karet tentu sudah melalui berbagai pertimbangan. 

"Melihat ekonomi pasar juga, selain itu kualitas atau kadar karet juga, tidak mungkinkan kadar karet yang rendah dihargai tinggi" ucapnya.

Namun sejauh ini pihaknya sudah menggandeng Gapkindo untuk melakukan memperbaiki harga karet.

"Kita sudah koordinasi, dalam waktu dekat kita bakal gelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan ke petani karet," tandasnya. (crew)

Related News