Dua Tahun DPPK Tebo Bakal Merugi

Gapura pintu Gerbang komplek perkantoran Pemda Tebo
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Dinas Pertamanan Perkotaan dan Kebersihan (DPPK) Tebo siap - siap saja dalam 2 tahun kedepan bakal merugi. Pasalnya, rencana pembangunan proyek Gardu Induk (GI) seluas 3 hektar di Pal 12 hingga kini belum juga ada eksennya.

"Kemungkinan tahun ini (2015, red) segera dibangun gardu induk Tebo. Kapan pastinya belum tahu," ujar Kepala DPPL Tebo, Ekp Putra kepada Teboonline.com, Selasa (20/1),

"Kalaupun mulai dibangun minimal pengerjaanya memakan waktu minimal 2 tahun. Otomatis selama pengerjaan tersebut kita bakal merugi," timpalnya.

Belakangan diketahui, pasokan llistrik untuk Tebo selama ini sangat minim. Akibatnya kemampuan daya yang dimiliki dengan kebutuhan masih belum sebanding. Hal inilah yang sampai sekarang masih terus dikeluhkan oleh DPPK Tebo.

"Listrik di Tebo ini spaning (tidak stabil, red) terus. Tengoklah berapo banyak be alat lampu yang rusak. Itu kalau sudah rusak mencarinyo lagi susah," ungkap Eko sambil menunjukan beberapa perkakas lampu yang sudah rusak akibat arus listrik yang tidak stabil.

Tingginya kerusakan alat seperi time swicth, konektor, travo, IC dan tahanan (Elco_red) sejauh ini tidak dibarengi  dengan penambahan anggaran untuk perawatan lampu jalan, lampu taman dan lainnya.

Minimnya anggaran yang ada bukan saja menjadi kendala bagi DPPK, namun kekuatiran lainnya adalah masalah pasokan listrik untuk Tebo ini sangat minim.

"Mau sampai kapan Tebo seperti ini terus. Apalagi tahun ini (2015, red) Tebo padat event," sebutnya.

Selanjutnya kata Eko, untuk mengatasi masalah krisis listrik di Tebo ini, ia berharap besar dengan proyek pembangunan gardu induk tersebut. Ia yakin jika Tebo sudah punya gardu induk, tidak ada lagi krisis listrik di Tebo.

"Kalau listrik di Tebo stabil, kan tidak ada lagi keluhan dari masyarakat," tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPPK Tebo belum bisa merinci berapa besar kerugian yang ditanggung setiap tahunnya. Yang jelas selain DPPK mengalami kerugian, tingginya tagihan listrik untuk penerangan lampu jalan setiap tahunnya masih terasa berat.

Untuk diketahui total tagihan listrik untuk penerangan jalan yang harus disetorkan DPPK kepada pihak PLN setiap tahunnya mencapai Rp 1,4 Miliar. (crew)

Related News