Dana Bos Untuk Gaji Honorer Hanya 15 Persen

SALIMAN S.Pd
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2015. 

Juknis BOS tersebut merupakan acuan atau pedoman bagi pemerintah daerah dan sekolah dalam penggunaan dana BOS.

Besaran dana BOS tahun ini yang diterima sekolah dasar naik dari tahun sebelumnya. Kenaikan itu dihitung berdasarkan jumlah peserta didik dengan ketentuan SD/SDLB dari Rp 580.000 menjadi Rp 800.000 tiap peserta didik/tahun. Sedangkan untuk tingkat SMP/SMPLB/SMPT/Satap menerima Rp 1.000.000 tiap peserta didik/tahun

Namun, kenaikan dana BOS yang diterima sekolah ini tidak akan dirasakan bagi guru honorer yang sumber gajinya dari dana BOS. Pasalnya, persentase untuk alokasi pembayaran gaji guru honorer di sekolah negeri malah turun.

Hal tersebut membuat kepala SMP N 27 Kabupaten Tebo ikut terkena dampaknya. Menurutnya, tanpa membebankan uang Komite sekolahnya tidak bisa membayar gaji guru honorer, staf dan Satpam sekolah. 

"Sekarang hanya diperbolehkan 15 persen mas sesuai Juknis BOS tahun 2015 yang diatur dalam Permendikbud nomor 161 tahun 2014. Jadi kalau tidak dibantu uang Komite bisa repot kita mas," ujar Saliman Spd. Kepala SMP N 27 pada Teboonline.com.

Saliman juga menambahkan, pihaknya membuat iuran 15.000/siswa/bulan untuk menutupi biaya gaji guru honorer dan beberapa staf sekolah. " Rp 10.000 untuk membantu gaji guru honorer dan staf sekolah mas, yang Rp 5.000 untuk membangun prasarana sekolah mas," terang Saliman.

Sesuai Juknis BOS 2015, Dana BOS yang diterima oleh sekolah dapat digunakan untuk membiayai komponen kegiatan-kegiatan berikut, Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran, pembiayaan kegiatan dalam rangka penerimaan peserta didik baru. 

Kemudian kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler peserta didik, kegiatan ulangan dan ujian, pembelian bahan-bahan habis pakai, langganan daya dan jasa, perawatan sekolah/rehab ringan dan sanitasi sekolah, pembiayaan honorarium guru honorer dan tenaga honorer, pengembangan profesi guru, membantu peserta didik miskin, pembiayaan pengelolaan BOS dan pembelian dan perawatan komputer. (adi)

Related News