Warga Jalan Imam Bonjol Denda Sopir Mobil Truk Pengangkut Pupuk

Mobil Puso pengangkut Pupuk
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Mobil Truk jenis Puso berplat Nopol BK 8978 LL, bermuatan Pupuk yang datang dari Medan Sumatera Utara dan sampai di Kecamatan Rimbo Bujang bertujuan mensuplay pupuk masuk ke jalan Imam Bonjol Kelurahan Wirotho Agung, dikomplain oleh pemuda atau warga setempat.

Pasalnya, mobil tersebut bermuatan melebihi Tonase, sehingga merusak Aspal jalan Imam Bonjol yang dilintasi mobil Puso tersebut.                   

Lurah Wirotho Agung Soedjarijo, dikonfirmasi melalui Kasi Pemerintahan Amir Said, membenarkan mobil Puso bermuatan Pupuk mark Malmo (Pupuk sawit_red) yang di usahai oleh suplayor, Hamdi Warga Wirotho Agung yang masuk ke jalan Imam Bonjol, sempat dihadang dan nyaris di amuk warga. Karena mobil Puso tersebut bermuatan melebihi Tonase yang mengakibatkan beberapa titik jalan aspal di jalur tersebut hancur dan amblas.

" Benar, Sopir mobil Puso bermuatan Pupuk, nyaris diamuk warga dan sempat terjadi adu mulut dengan warga, " papar Kasi Pem Amir Said, pada Teboonline.com, saat berada di TKP, Selasa (16/12).                    

Sempat terjadi perdebatan alot dalam perdamaian antara pihak Sopir dan warga, imbuh Kasi Pem Amir Said. Namun, akhirnya dalam perdamaian tersebut menemui kesepakatan bersama.

" Akhirnya, pihak penyalur pupuk atau pihak sopir mobil Puso, sepakat didenda berupa pasir satu Truk  dan 10 sak Semen untuk memperbaiki jalan Imam Bonjol yang rusak, akibat dilintasi mobil Puso bermuatan pupuk melebihi Tonase tersebut," jelas Kasi Pem Amir Said. 

Ketua RT jalan Imam Bonjol, Muslimin mengatakan, mobil Puso  bermuatan pupuk, yang disalurkan oleh Hamdi yang akan dijual ke petani sawit yang ada di Kecamatan Rimbo Bujang dan sekitarnya, baru pertama kali ini masuk ke jalur atau jalan Imam Bonjol, untuk itu kejadian ini sebatas kita peringatkan agar selanjutnya, mobil Puso tersebut tidak lagi melintasi jalan Imam Bonjol.

" Selanjutnya, kita tegaskan jalan Imam Bonjol dilarang dilintasi mobil Puso dan sejenisnya yang bermuatan melebihi Tonase, karena bisa merusakan jalan tersebut. Denda berupa pasir dan Semen dari Penyalur pupuk atau sopir mobil Puso, akan kita gunakan perbaikan jalan yang rusak," tandas Ketua RT Muslimin. (asa)   

Related News