Petani Di Kabupaten Tebo Bakal Bermitra Dengan Pengusaha

Kadishut Tebo, Prayitno saat memberikan sambutan kepada peserta FGD

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya petani yang mengelolah Hutan Rakyat (HTR), Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Tebo menggandeng pengusaha. 

Hal itu diungkapkan oleh Prayitno, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo saat membuka diskusi Forum Group Discussion (FGD), Fasilitasi Pembangunan Hutan Rakyat Kemitraan, di aula kantor Dishut Tebo, Rabu (10/12).

Dia mengatakan, sekitar seluas 600.000 Ha hutan di wilayah Kabupaten Tebo, 60 persennya digunakan sebagai kawasan lain yang sebagian besar digunakan untuk perkebunan dan tanaman rakyat.

Intinya, masyarakat atau petani memanfaatkan hutan untuk mengambil hasilnya. Agar pengambilan hasil hutan bisa berkesinambungan dan bisa dinikmati hingga keanak cucu. lanjut Prayitno, Dishut sengaja menggalangkan penanaman tanaman hutan di kawasan hutan rakyat.

Namun yang menjadi persoalan, ada ketakutan pada petani hutan jika tanaman hutan yang sudah mereka tanam dan menghasilkan, siapa yang akan menampung hasilnya.

“ Makanya kita membuat program kemitraan antara petani dengan pengusaha. Jadi petani yang menanam tanaman hutan, nanti pengusaha yang menampung hasilnya dalam hal ini kayu yang nantinya dijadikan bahan baku perusahaan,” ujar Prayitno. Dia juga mengatakan pola kemitraan tersebut harus saling menguntungkan kedua belah pihak.

Dengan pola tersebut, kata Prayitno, selain meningkatkan kesejahteraan para petani, juga menjaga keseimbangan hutan. Sebab, hasil hutan berupa kayu yang sudah diambil akan ditanam kembali. 

“ Jadi silahkan ambil hasilnya tanpa merusak hutan. Setelah diambil, ditanam kembali dengan tanaman yang baru,” tuturnya.

“ Jadi silahkan masyarakat menanam tanaman-tanaman hutan yang produktif, kapan perlu kita fasilitasi, nanti perusahaan yang akan menampung kayunya. Itu inti dari kemitraan ini adalah saling menguntungkan,” pungkasnya. (crew/besalenews.com)

Related News