Jelang Natal & Tahun Baru, Harga Sawit Dan Karet Memperihatinkan

Salah seorang petani Sawit di Rimbo Bujang
sedang memanen buah Sawit
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Mendekati akhir Tahun 2014 ini, harga sawit Tandan Buah Segar (TBS) dan karet ditingkat petani terus mengalami penurunan.

Hal tersebut sangat berdampak terhadap perekonomian keluarga dan putaran uang disatu daerah yang mana daerah itu merupakan penghasil Sawit dan Karet.

Salah seorang petani karet, Josmar Sihaloho yang ditemui Teboonline.com di Rimbo Bujang mengatakan, bahwa beberapa bulan ini, harga karet sangat turun sementara kebutuhan keluarga sangat tinggi, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru.

“ Biasanya harga karet mencapai Rp 9000 perkilonya, sekarang hanya Rp 6500 perkilo, apalagi kami harus mengahadapi Natal dan Tahun Baru, terpaksa tahun ini nggak bisa merayakanya di Medan,” ungkap Josmar pada Teboonline.com, Jumat (12/12).

Kami sangat heran sekali apabila memasuki Natal dan Tahun Baru harga karet terus turun, apakah ini permainan pabrik karet atau harga karet itu yang Turun.

Hal senada disampaikan petani sawit, Tarmizi di Kecamatan VII Koto Ilir, bahwa harga Tandan Buah Sawit (TBS) terus turun. Sekarang ini harga sawit mencapai Rp 1.100 hingga Rp 1.200 perkilonya.

“ Biasanya harga sawit ini berkisar Rp 1800 sampai diatas Rp 1500 perkilonya, itu sudah harga yang normal bagi petani sawit,” ujarnya.

Dikatakanya lagi, kita sangat menyesalkan sekali jangan sampai Tandan Buah Sawit (TBS) sampai anjlok, sebab biaya produksi kebun sawit sangat tinggi, belum lagi beli pupuk sawit serta transportsi membawa Tandan Buah Sawit (TBS) ke pabrik sawit. (santos)

Related News