Investasi Dan Pendapatan Tambang Di Kabupaten Tebo Turun


RIMBOBUJANG, MUARATEBO - Suhu investasi dan pendapatan disektor tambang dua tahun terakhir mengalami penurunan yang signifikan. 

Pasalnya, dari 64 perusahan yang beroperasi di Kabupaten Tebo saat ini tinggal tersisa 41 perusahaan. Jelas faktor ini sangat berpengaruh besar terhadap nilai investasi dan pendapatan yang diterima.

Hendriyanto, Kabid Pertambangan, Dinas ESDM Tebo mengungkapkan, turunnya investasi dan pendapatan tambang di Tebo salah satunya adalah, banyaknya perusahaan tambang yang tidak beroperasi lagi. Rata-rata izin eksplorasi yang sudah berakhir masanya tidak diperpanjang lagi. Akibatnya beberapa perusahaan dengan sendirinya menutup operasi tambangnya.

" Padahal untuk satu perusahaan saja nilai investasinya berkisar antara Rp 3 Miliar hingga Rp 4 Miliar," kata Hendri kepada teboonline.com, Selasa (2/12).

Jika dari 64 perusahaan tambang yang ada di Tebo seluruhnya masih beroperasi, Hendri yakin tingkat investasi dan pendapatan Kabupaten Tebo pasti meningkat. Soalnya berdasarkan berdasarkan sumber daya manusia dan alat operasional yang digunakan untuk operasi tambang sangat besar nilainya. 

" Kecuali bagi perusahaan tambang yang izinnya baru eksplorasi, tenaga kerja dan alat operasionalnya masih terbatas," ungkapnya lagi.

Terakhir berdasarkan laporan data investasi terakhir yang masuk ke dinas ESDM Tebo pada 2012 lalu menyebutkan, ada 64 perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Tebo. Sementara untuk 2014 ini pihaknya belum mendata lagi berapa nilai investasi dan perusahaan tambang yang beroperasi. 

" Maaf datanya investasi 2014 belum kita perbaharui lagi, karena beberapa perusahaan masih ada yang Landrend," tuntasnya. (crew)

Related News