Cacat Fisik, Abi Rozak Hayadi Butuh Bantuan

Abi Rozak Hayadi sebelum dioperasi
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Abi Rozak Hayadi (7) warga jalan Patimura RT. 4 Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, saat ini terbaring lemas di rumah sakit RSUPN dr. Cipto Mangun Kusumo, Jakarta, karena menderita cacat fisik dari lahir. 

Dia (Abi Rozak Hayadi,red) adalah pasien BPJS yang menderita cacat fisik dibagian muka dan saat ini tengah menjalani perawatan dan menunggu untuk dioperasi pada tanggal 7 Desember 2014 mendatang.

Sayangnya, Alpendi orang tua Abi Rozak Hayadi yang tergolong keluarga tidak mampu, sangat kesulitan masalah pendanaan selama Abi Rozak Hayadi menjalankan perawatan di rumah sakit RSUPN dr. Cipto Mangun Kusumo.

Abi Rozak Hayadi setelah dioperasi
Pasalnya, dari keterangan dokter bedah yang merawat dan mengobati anaknya mengatakan, perawatan dan pengobatan  Abi Rozak Hayadi hingga sembuh bisa menghabiskan waktu 8 sampai 10 bulan. 

“Dirawat dan di obati di Jakarta. Jadi kami harus ke Jakarta untuk mendampingi dia (Abi Rozak Hayadi_red). Dan itu butuh biaya. Sementara kami sudah tidak memiliki biaya lagi,” keluh Alpendi kepada Teboonline.com, Rabu (3/12).

Diceritakannya, sebelumnya anaknya dirawat di Puskesmas Rimbo Bujang. Karena tenaga kesehatan di Puskesmas tersebut tidak mampu mengobati cacat fisik yang diderita anaknya, akhirnya dokter memberikan rujukan untuk berobat di RSUD Bungo. 

“Karena kondisi anak saya sangat perihatin, dokter Bungo juga tidak mampu mengobatinya dan memberi rujukan ke RSUD Padang. Di Padang juga demikian, dokter disana (Padang_red) merujuk anak saya untuk berobat di Jakarta. Sekarang anak saya dirawat di Jakarta,” jelasnya.

Diakui Alpendi, selama menjalani pengobatan di Puskesmas Rimbo Bujang hingga dirujuk ke Jakarta, tidak sepeserpun dipungut biaya karena anaknya terdaftar sebagai peserta BPJS. Namun, keluh dia, selama menjalani pengobatan, dia dan Istri kesulitan dana untuk mendampingi anaknya selama menjalani pengobatan. 

“ Memang tidak dikenakan biaya selama berobat. Tapi, saya dan Istri yang menunggu Abi butuh biaya. Setidak-tidaknya untuk makan sehari-hari dan operasional selama di Jakarta. Belum lagi biaya untuk makan anak saya dirumah,” keluhnya lagi.

Lebih jauh Alpendi mengatakan, Abi Rozak Hayadi merupakan anak bungsu dari empat saudara. Selama menjalani pengobatan di Jakarta, dia dijaga oleh Ibunya (Istri Alpendi_red). Karena pengobatan Abi Rozak Hayadi hingga sembuh membutuhkan waktu yang lama, Alpendi terpaksa mengontrak rumah bedeng yang lokasinya tidak jauh dari rumah sakit RSUPN dr. Cipto Mangun Kusumo. 

“Memang saya ada keluarga di Jakarta. Namun jarak rumahnya dengan rumah sakit sangat jauh. Ditambah lagi kondisinya juga tidak mampu, jadi saya tidak mungkin numpang dirumahnya selama anak saya dirawat. Makanya, saya kontrak bedeng ukuran kecil seharga Rp 600 ribu perbulan, untuk menyimpan barang dan tempat istirahat sementara,” tuturnya.

Dengan kondisi keuangan saat ini, Alpendi mengaku sudah putus asa. Pasalnya, persedian uang dan tabungan yang memang dipersiapkan untuk pengobatan anaknya sudah habis selama menjalani pengobatan anaknya di Bungo dan di Padang. Untuk itu, dia berharap kepada para dermawan agar bisa membantu biaya selama anaknya menjalani pengobatan di Jakarta. 

“Jujur saya sudah habis-habisan nian. Saya ingin anak saya bisa sembuh. Sekarang baru habis operasi tahap pertama dan meski menjalani tiga kali operasi lagi. Kemana lagi saya bisa mencari biaya demi kesembuhan anak saya. Saya sangat butuh batuan,” tuntasnya. (asa)

Related News