Buku Kurikulum 2013 Yang Telah Beredar Tidak Mungkin Ditarik

TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Pencabutan kurikulum 2013 (K13) oleh Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan ditanggapi beragam oleh kalangan akademika di Kabupaten Tebo. Salah satunya Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Rimbo Bujang, Joko Priyono.

Menurut Joko, pencabutan K13 saat ini tersebut merupakan langkah tepat karena penerapan K13 disatuan pendidikan terkesan dipaksakan dan ruwet. Terkait buku K13 yang telah beredar di Sekolah – sekolah dan menjadi panduan materi pelajaran itu tidak lah mungkin akan ditarik kembali.

“ Buku K13 yang sudah beredar ke semua sekolah itu tidak mungkin ditarik kembali karena sampai saat ini belum ada instruksi dari Dinas,” kata Joko pada Teboonline.com, Kamis (11/12).

Dikatakan Joko, beredarnya buku K13 ke setiap sekolah, pihak sekolah membelinya dengan dana BOS dan nanti pada semester berikutnya, untuk pembelian buku disesuaikan dengan kurikulum yang ada dan menggunakan dana Dekon.

Karena lanjutnya, buku K13 tersebut bisa dijadikan refrency dan buku perpustakaan sekolah. Soal pencabutan K13 dan kembali pada kurikulum KTSP sesuai instruksi Menteri, itu akan diterapkan pada Semester 2 nanti.

“ K13 tetap dilaksanakan sampai selesai Ujian semester 1 ini dan saat ini sedang digelar ujian Semester 1, untuk kembali ke kurikulum KTSP itu mungkin nanti setelah libur Semester masuk ke semester 2,” jelas Kepala UPTD ini.

Untuk jenis Raport pada semester ini beber Joko, juga tetap menggunakan Raport K13. Tidak mungkin K13 sistem penilaiannya dengan cara kurikulum KTSP. Apapun bentuknya, K13 harus diselesaikan. (crew)

Related News