33 Kios PKL Pasar Sarinah, Alami Pemutusan Aliran Listrik

Deretan Kios PKL Pasar Sarinah yang mengalami pemutusan
aliran Listrik oleh pihak PLN akibat menunggak
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Sebanyak 33 Kios Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada didepan Pasar Sarinah (Depan Bank Jambi_red) Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, mengalami pemutusan  aliran listrik. 

Pasalnya, pemilik 33 kios PKL tersebut selama 2 bulan menunggak pembayaran rekening pemakaian listrik.                      

Jamasri (40), Salah seorang penunggu kios PKL depan pasar Sarinah tersebut menuturkan, membenarkan ada pemutusan aliran listrik oleh petugas PLN. Pemutusan aliran listrik tersebut, dikarenakan para PKL menunggak pembayaran rekening listrik.

" Benar, kami PKL disini menunggak pembayaran listrik, makanya aliran listrik di putus oleh pihak PLN. Ya mau gimana lagi pembeli sunyi, kami gak bisa bayar rekening pemakaian listrik dan kami pasrah aja. Kalau nanti kita bisa melunasi tunggakan, aliran listrik bisa disambung atau lampu bisa dihidupkan lagi,” jelas Jamasri, pada Teboonline.com, Jumat (19/12).        

Sementara, menurut petugas pemungut retribusi Dinas Pengelolaan Pasar dan Kebersihan Kabupaten Tebo, Hadi Sutrisno mengungkapkan, 1 unit KWH Listrik yang aliran Listriknya diputus tersebut diakuinya, digunakan untuk kebutuhan sebanyak 33 Kios PKL.

" Memang betul, 33 kios PKL aliran listriknya disalurkan melalui 1 KWH atas nama milik Kamsin petugas pemungut retribusi di pasar Sarinah," tutur Hadi Sutrisno.       

Kamsin, Petugas pemungut retribusi dikonfirmasi, mengakui bahwa dirinya sebagai Koordinator penyaluran aliran listrik dan sekaligus memungut pembayaran pemakaian aliran listrik pada setiap bulannya, kepada 33 PKL penghuni kios yang ada di depan pasar Sarinah tersebut.

" Betul, KWH milik saya yang berada di samping Pos TPR pintu keluar, saya salurkan kepada 33 kios PKL. Karena, mereka menunggak pembayaran penggunaan listrik selama 2 bulan, makanya aliran listrik saya diputus. Kalau mereka yang sudah melunasi tunggakan, Ya, listriknya saya sambung lagi. KWH itu kan milik saya pribadi, bukan milik umum," pungkasnya. (asa)       

     

Related News