Soal Restribusi, KLH Tebo Tunggu Akreditasi

Kantor Bupati Tebo
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Pendapatan restribusi jasa usaha yang dikelola Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Tebo saat ini memang belum beroperasi. Pasalnya, fasilitas laboraturium yang dimiliki KLH statusnya belum terakreditasi. 

Untuk menyandang status akreditasi, pihak KLH harus menaikan fasilitas laboraturiumnya, dari laboraturium kantor menjadi laboraturium lingkungan.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Tebo, Riswan melalui Staf Pelaksana, Laboratorium KLH, Junaidi saat ditemui Teboonline.com, kemarin mengatakan, berdasarkan Perda No 6 tahun 2012 tentang restribusi jasa usaha oleh KLH Tebo sebenarnya sudah disahkan oleh Bupati Tebo.

Namun, untuk aplikasi atau penerapannya, KLH Masih menunggu pihak Kementrian LH untuk menaikan status Lab kantor jadi Lab lingkungan. "Kalau Lab kita sudah terakreditasi baru kita bisa memunguti restribusi di tiap perusahaan," ujarnya meyakini.

Junaidi bilang, untuk tetap menjalankan tugas dan fungsi KLH sebagai instansi yang komit terhadap lingkungan, beberapa program terus dijalankan. Meski hanya memiliki fasilitas Lab kantor, tapi KLH rutin melakukan uji Lab. Diantaranya, uji sampel limbah, uji ukur udara dan banyak lagi.

"Sementara ini pemeriksaan Lab hanya untuk kebutuhan data kita di kantor saja," katanya.

Masih kata Junaidi, sedikitnya ada 10 perusahaan baik tambang, Perusahaan Kelapa Sawit (PKS), dan migas yang terdata oleh KHL. Perusahaan tersebut pertiga semester wajib melakukan uji Lab secara rutin.

"Yang rutin melakukan cek Lab sampel limbah atau ukur udara ada dua perusahaan yakni, PT Tebo Indah dan PT Plasma Inti Lestari. Ada 8 hingga 10 parameter yang kita ukur waktu itu," ujarnya.

Kedua perusahaan tersebut diakui Junaidi sudah taat, baik untuk pengolahan limbah, udara maupun soal restribusi. Diharapkan tahun 2015 mendatang KLH fasilitas Lab KLH sudah berubah statusnya menjadi UPTD Lab Lingkungan. (crew)

Related News