Robaniah, Penderita Tumor Ganas Akhirnya Dirujuk Ke Jambi. Robaniah Mengaku Pernah Diusir Dari RSU Raden Mattaher Karena Tidak Ada Biaya

ROBANIAH
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Setelah 9 Hari tak bisa makan, Robaniah (33) warga Jalan Air Panas RT 08 RW 06 Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir yang menderita tumor ganas pada wajah sejak tahun 2012, akhirnya Senin (03/11) dirujuk ke RS Raden Mattaher Jambi.

Dirujuknya Robaniah Ke RS Raden Mattaher merupakan inisiatif dari Pemerintah Kelurahan Sungai Bengkal karena kondisi keluarga Robaniah yang tergolong tidak mampu.

Selain itu, tumor yang diderita Robaniah sudah semakin parah. Karena terdapat pada wajah tepatnya pada rahang sebelah kanan, sehingga Robaniah tidak makan.

Lurah Sungai Bengkal, Yaiman S.Pd ketika ditemui mengatakan bahwa dirujuknya Robaniah ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga tentang kondisi Robaniah. 
Setelah mengetahuinya, pihak Kelurahan langsung mengurus surat rujukannya dari Puskesmas Tebo Ilir, RSUD Kabupaten Tebo ke RSUD Raden Mathaher jambi.
Robaniah bersama anaknya

" Kita baru dapat laporan dari warga, kemudian kita langsung mengurus suratnya agar bisa di rujuk ke Jambi dengan menggunakan kartu BPJS yang tunggakannya juga sudah kita selesaikan. 
Rencananya Selasa pagi (4/11) juga  Robaniah akan dibawa ke Jambi supaya penyakitnya cepat ditindak lanjuti yang tentunya dibantu oleh pihak Puskesmas Tebo Ilir dan RSUD Tebo," jelasnya.

"Akibat sakit yang dideritanya dia sudah 9 hari tidak makan, kita khawatir apabila dibiarkan berlarut larut akan berakibat fatal bagi diri Robaniah sendiri," tambahnya.

Yaiman juga mengatakan, walaupun pengguna BPJS Mendapatkan pelayanan gratis, namun yang menjadi pertimbangan ialah biaya keluarga Robaniah yang menungguinya selama di RSUD.


Apalagi menurut Yaiman, penyakit Robaniah tergolong sudah parah, sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat sendiri tanpa didampingi keluarganya.

" Selain kita merujuk, kita juga memberikan bantuan untuk biaya bagi keluarga yang akan menungguinya nanti. Karena keluarga Robaniah ini tidak mampu, kita berharap Robaniah bisa cepat sembuh," ungkapnya.

Robaniah ketika dijumpai Teboonline.com dikediamannya, Senin (3/11), juga mengungkapkan keadaan keluarganya. Dengan mempunyai 6 orang anak dan suami yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan, jadi tidak mungkin bisa berobat karena tidak mempunyai biaya.

" Saya mempunyai 6 orang anak, yang paling bungsu berumur 10 bulan, bapaknya anak anak sehari hari bekerja sebagai kuli bangunan, kondisi ini sudah 2 tahun berlangsung," ungkap Robaniah.

Dirinya juga mengatakan bahwa, Juli lalu pernah dirawat di RS Raden Mattaher Jambi, namun karena tidak mempunyai biaya, pihak rumah sakit tidak mau melakukan pengobatan dan operasi dan terpaksa harus pulang.

" Saya pernah dirawat di RSUD Jambi bulan Juli lalu, kata pihak RSUD Jambi kalau mau gratis saya harus sabar menunggu karena pihak RSUD harus konfirmasi ke instansi terkait terlebih dahulu, tapi kalau ingin cepat dioperasi saya dianjurkan membeli sendiri plat untuk rahang sejenis plat untuk penderita patah tulang yang harganya Rp 7,5 juta, itupun adanya di Palembang, karena tidak punya uang akhirnya saya dan keluarga memutuskan untuk pulang hingga penyakit yang saya derita semakin parah seperti ini," jelasnya.

" Sampai hari ini sudah 9 hari saya tidak makan, karena sakit dan perih, terus terang yang menjadi kendala sampai hari ini adalah biaya, untuk melunasi tunggakan BPJS saja kita merasa berat apalagi untuk biaya beli plat seharga Rp 7,5 juta. Itu belum lagi biaya untuk keluarga yang menunggu di rumah sakit dan yang dirumah yang pastinya juga butuh makan," ujar Robaniah yang berharap setelah sampainya nanti di RSUD Jambi penyakit yang dideritanya bisa benar - benar sembuh. (crew/peta)

Related News