PPTK Proyek DAK Dikmen Bingung Dikonfirmasi Wartawan

Salah satu sekolah yang menerima
alokasi proyek DAK
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Pejabat Pelaksana Tekhnik Kegiatan (PPTK) proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Menengah (Dikmen) diantaranya SMA dan SMK di Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Tebo, tampak bingung saat dikonfirmasi Wartawan.

Kebingungan tersebut muncul saat teboonline.com konfirmasi terkait persentase realisasi proyek DAK SMA dan SMK tahun 2014 tahap 1. Saat ditanya tentang hal itu, PPTK proyek DAK yang dijabat Suheli, tidak tahu persis persentase realisasi proyek DAK tersebut.

Bahkan, ketika ditanya tentang berapa Sekolah penerima alokasi proyek DAK untuk SMA dan SMK tahun 2014 di Kabupaten Tebo, Suheli sempat salah menjelaskan. Awalnya, dengan nada ragu Suheli menjelaskan bahwa ada 12 SMA dan SMK penerima proyek DAK Dikmen Dinas Dikbudpora Kabupaten Tebo dengan rincian SMA sebanyak 7 sekolah.

Namun, setelah Suheli selaku PPTK menyebutkan ada 12 Sekolah (SMA dan SMK_red) penerima DAK, Suheli diminta oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Khairul Ardani untuk mengecek keakuratan data dibuku.

Ternyata, setelah dicek dibuku, data penerima proyek DAK SMA/SMK ada 22 Sekolah (SMA/SMK_red). Sementara, data yang dijelaskan sebelumnya oleh Suheli, tidak benar.

“ Kalau dak salah ada 12 Sekolah yang dapat proyek DAK, 7 SMA dan 4 SMK,” ujar Suheli saat dikonfirmasi pertama kali oleh teboonline.com terkait jumlah SMK/SMK yang dapat alokasi proyek DAK, Rabu kemarin (19/11) diruang Kabid Dikmen Dikbudpora Kabupaten Tebo.

Sementara, Ketua LSM Perlahan DPD Kabupaten Tebo, Hartoyo Rifai menanggapi hal itu mengatakan bahwa, seorang Suheli yang kapasitasnya sebagai PPTK adalah sebagai penanggung jawab pelaksana kegiatan dalam hal ini proyek DAK Dikmen.

Yang artinya, setiap waktu pekerjaan proyek tersebut harus terus mengawasi dan mengontrol serta koordinasi penuh dengan pihak Sekolah selaku pengelola dan Konsultan.

“ Masak seorang PPTK tidak tahu persentasi realisasi dan berapa sekolah di Kabupaten Tebo yang menerima poyek DAK, itu tidak mungkin lah. Atau Suheli selaku PPTK pura – pura tidak tahu tentang proyek DAK, padahal proyek DAK ini harus transparan kepada public,” ketus Hartoyo Rifai.

Ditambahkan Hartoyo Rifai, dalam hal ini, seorang PPTK adalah orang yang paling bertanggung jawab apabila ada persoalan dalam pekerjaan proyek DAK. Jadi, dirinya meminta kepada PPTK proyek DAK agar jangan tertutup akan informasi pelaksanaan DAK di Dikbudpora Kabupaten Tebo. (crew)

   


Related News