Potensi Nikah Siri di Tebo Tinggi, PA Dukung Kegiatan Isbat Nikah Massal


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Kasus nikah siri kini semakin fenomenal saja. Nikah siri tidak hanya terjadi di kota besar, tapi juga di daerah pedesaan. Bahkan yang paling mencengangkan adalah, 80 persen pasangan hasil nikah siri lebih banyak di pedesaan ketimbang yang ada di kota besar. 

Berdasarkan hasil penelusuran dari berbagai sumber menyebutkan, bahwa Kabupaten Tebo memiliki potensi yang tinggi bagi pasangan hasil nikah siri.

Memang sejauh ini belum ada data pasti berapa banyak pasangan nikah siri yang ada di Tebo. Tapi menurut pengakuan sumber yang menyebutkan secara gamblang, sedikitnya ada ratusan bahkan ribuan lebih pasangan suami istri yang tidak memiliki buku nikah.

Seperti yang dituturkan, Damsir, Kabid Dukcapil, Dinas dukcapil Tebo, kepada Teboonline.com. Dirinya menyebutkan, pasangan nikah siri tersebut banyak berada di desa-desa, seperti contoh yang terjadi di desa Olak Kemang, Kecamatan Muara Tabir. 

Beberapa hari yang lalu dirinya beserta tim Dukcapil melakukan pendataan jumlah pasangan yang belum memiliki buku nikah. Hasil pendataan tadi menyebutkan, ada 51 KK yang belum memiliki buku nikah. Jumlah tersebut kata Damsir baru terdata pada satu RT saja, sedangkan di desa tersebut masih ada 5 hingga 6 RT lagi.

" Baru ini data yang kita dapat di lapangan. Karena untuk pendataan perlu proses yang lama," kata Damsir meyakini.

Melihat fenomena seperti itu dirinya berkeinginan untuk membantu masyarakat Tebo yang belum memiliki buku nikah. Sebab kata dia, untuk kepengurusan surat keterangan seperti, akte kelahiran, akte KK dan KTP minimal syarat wajibnya harus punya buku nikah.

" Jika buku nikah saja mereka belum punya, kita belum bisa membantu untuk pengurusan lain-lain. Nah saat ini kita bakal melakukan pendataan dulu diseluruh kecamatan yang ada di Tebo. Jika ini sudah ketahuan berapa banyak pasangan yang belum punya buku nikah, nanti kita bantu proses penerbitan buku nikah," bebernya.

Lebih lanjut pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti, Kemenag, Pengadilan Agama (PA), serta Pemkab Tebo untuk membantu proses pelaksanaan kegiatan Isbat nikah masal hingga pada penerbitan buku nikah. Karena imbuh Damsir peran serta pihak tersebut yang bisa membantu terlaksananya penerbitan buku nikah.

" Kita masih melakukan proses pendataan dulu, jika semuanya sudah kelir baru kita lanjut pada tahap berikutnyan," paparnya.

Terpisah, Humas Pengadilan Agama Tebo, Asrori mendukung dilaksanakannya kegiatan Isbat nikah masal. Kata dia, program seperti ini sudah pernah ia sampaikan ke Kepala Pengadilan Agama Tebo, dan prisnsipnya pihak PA Tebo sanggup mengakomodir pelaksanaan kegiatan Isbat nikah masal. 

" Saya mendukung sekali adanya kegiatan Isbat nikah masal. Karena selain mempermudah proses pengurusan administrasi kependudukan, secara hukum agama juga mereka sudah sah," bebernya.

Terkait hal itu, Asrori juga pernah menyampaikan kepada pihak Pemkab Tebo, agar bisa melaksanakan program kegiatan Isbat nikah masal. Melalui kegiatan sosialiasai penyuluhan bersama Pemkab Tebo, Kemenag dan Dukcapil usulan tersebut dirinya pernah menyampikan hal tersebut.

Namun lanjut Asrori, sampai saat ini usulan yang ia sampaikan belum mendapat respon positif dari Pemkab Tebo. "Ya mereka (Pemkab Tebo, red) bilang masih menjajaki terlebih dahulu," tirunya lagi.

Saat disinggung apakah kegiatan Isbat nikah masal membutuhkan biaya yang besar. Asrori bilang, untuk biaya Isbat nikah masal itu Rp 250 ribu. Itu sudah termasuk biaya panggilan, biaya redaksi, materi dan biaya pendaftaran. 

" Untuk biaya pendaftaran cuma Rp 30 ribu, dan itu wajib disetorkan ke negara," ucapnya.

" Jika masyarakat ada yang keberatan, kita bisa lakukan subsidi silang kok. Kita minta bantuan Pemkab juga," timpalnya.

Terakhir Asrori berpesan kepada masyarakat, segera urus surat nikah ulang di Pengadilan Agama. Sejauh ini kata Asrori masyarakat masih takut jika mendengar kata pengadilan. Stigma pengadilan kadang diasumsikan yang jelek-jelek. Makanya masyarakat sepertinya sudah takut duluan jika dengar nama pengadilan, (crew)

Related News