Penertiban PKL Dinilai Tebang Pilih, Diduga Syarat Ada Kepentingan

Lapak PKL di simpang jalan Patimura yang
berdiri diatas Trotoar
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG -  Penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang digelar pada Rabu (12/11) kemarin di Pasar Sarinah kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang yang dilakukan oleh Dinas Koperindag dan Pasar Kabupaten Tebo serta Sat Pol PP Tebo, dinilai oleh warga tebang pilih.

Hal itu seperti yang diungkapkan Dodi, salah seorang pedagang Ikan yang Lapaknya turut ditertibkan oleh pihak Pol PP sehingga Lapaknya terpaksa pindah lokasi yang berada didalam Los.

Menurut pedagang Ikan Laut ini, dirinya memang bersalah karena ia bersama rekan – rekannya tersebut menggelar Lapaknya diatas badan jalan atau Los Pasar Sarinah yang mengakibatkan semrawutnya kondisi Pasar.

Namun, apabila Lapak para pedagang Ikan dan Ayam yang berada di Los belakang ditertibkan, maka harus semua PKL yang berdiri di Los dan diatas Trotoar jalan yang berada dikawasan Pasar Sarinah juga harus ikut ditertibkan, itu semua untuk keadilan.

“ Penertiban PKL ini nampaknya tebang pilih, Lapak kami ditertibkan, sementara PKL yang berdiri diatas Trotoar jalan tidak ikut ditertibkan, seperti di simpang jalan Patimura,” ujar Dodi pada Teboonline.com, Kamis (13/11).

Lanjut Dodi, kalau ditertibkan satu, ya ditertibkan semuanya. Kalau tidak, Pol PP nanti percuma saja melakukan penertiban seperti ini. Pasti para PKL akan kembali lagi menempati badan Los.

Pada penertiban kemarin diungkapkan Dodi lagi, dirinya mensyinyalir syarat dengan kepentingan. Karena, saat ini sedang ada proyek pengecoran Los tempat dimana Pol PP tersebut melakukan penertiban para PKL yang menjual daging ayam dan Ikan.

Mungkin saja tambahnya, kontraktornya tidak mampu untuk mengusir para PKL, sehingga kontraktor tersebut minta bantuan dinas terkait dengan modus penertiban PKL yang berjualan diatas badan Los untuk menyingkirkan para PKL tersebut. Yang menjadi pertanyaan, mengapa tidak dari dulu dilakukan penertiban. (crew)

Related News