Jaksa Panggil Anak Mantan Bupati Tebo, Jadi Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Listrik 2007


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - IJ, anak mantan Bupati Tebo, jadi saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan listrik tahun 2007. 

Selasa (18/11) kemarin, IJ mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo untuk mengantarkan berkas berupa bukti transfer dana sebesar Rp 600 Juta ke PT Bineka. 

Hal itu dikatakan Kepala kejaksaan Negeri Muara Tebo, Nur Slamet SH MH melalui A. Rudi, Kasi Dantun yang juga Ketua Tim Kasus Dugaan Korupsi proyek Listrik tersebut.

"Iya, IJ kemari (Kantor Kejari Tebo_red) mengantar bukti transfer uang ke PT Bineka," ujar Kasi Datun saat dikonfirmasi teboonline.com diruang kantornya, kemarin.

Dijelaskannya, sebelumnya IJ sudah kita panggil dan menghadap untuk memberi keterangan terkait kasus dugaan korupsi proyek Listrik tahun 2007. "Selasa minggu kemarin (11/11) dia sudah datang untuk memberi keterangn. Hari Selasa ini (Kemarin_red) hanya mengantar bukti transfer saja," tukasnya.

Terkait hal itu, IJ sewaktu dikonfirmasi teboonline.com mengaku baru dari kantor Kejari Tebo. Sewaktu ditanya lebih lanjut, dia enggan berkomentar. 

"Iya saya baru saja dari sana (Kantor Kejari_red). Sekarang lagi dijalan mau ke Jambi. Nanti saja tunggu saya ke Tebo kalau mau konfirmasi," singkatnya saat dikonfirmasi via telepon.

Untuk diketahui, sebelumnya pihak kejari Tebo telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan jaringan listrik di Desa Muara Ketalo Kecamatan Tebo Ilir dan Desa Sapta Mulya, yakni IJP yang saat itu sebagai PPTK proyek dan Suterisno alias Anok pelaksana atau rekanan yang saat ini statusnya tahanan kejaksaan.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, sejauh ini Kejari Tebo juga telah menemukan beberapa bukti yang mengindikasikan adanya tindak pidana dalam proyek tahun 2007-2008 ini serta adanya kerugian Negara sekitar Rp 600 Juta.

Hingga saat ini Kejari Muara Tebo terus menelusuri arah perkembangan Kasus tersebut, diantaranya kemana saja aliran dana proyek. Bahkan, Kejari mengatakan pihaknya sudah mengantongi sejumlah nama kemana aliran dana proyek yang merugikan negara sekitar Rp 600 Juta tersebut. (crew/besalenews.com)

Related News