Isikhnas Lebih Realtime Tangani Kasus Ternak


TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Kasus penyebaran penyakit hingga berujungnya pada kematian hewan ternak, kini menjadi perhatian serius pihak Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Tebo. 

Untuk menekan berbagai kasus tersebut, Disnakkan telah menemukan metode atau sistem pelaporan yang Realtime yakni Isikhnas (Informasi Sisten Kesehatan Hewan Nasional).

Joko Handoko, Kabid Keswan dan Kesmavet, Disnakkan Tebo menuturkan, untuk metode Isikhnas ini terbilang baru. Metode pelaporan ini baru diperkenalkan di empat Kabupaten diantaranya, Kabupaten Tebo, Bungo, Kerinci dan Bangko. Keempat Kabupaten ini kata Joko, bakal dijadikan pilot project untuk metode penyampaian laporan terkait pengobatan dan evaluasi.

" Tujuan metode (Isikhnas_red) ini adalah untuk mempercepat informasi, terkait penemuan kasus penyakit ataupun lainnya," sebutnya.

" Informasi tersebut dikirim oleh petugas kita dilapangan, kemudian diteruskan langsung ke pusat," timpalnya lagi.

Diakui Joko, metode Isikhnas ini memiliki pelaporan yang Realtime, cepat dan akurat. Untuk itu ada beberapa petugas yang khusus memiliki kompetensi menjalankan sistem tersebut.

" Mereka (Petugas_red) harus terdaftar juga disistem. Untuk jumlahnya sudah ditentukan, kalau yang ada saat ini saya kurang paham berapa banyak petugas kita," beber Joko.

Berikut ini kata Joko, contoh kasus yang ditemukan di Tebo. Beberapa petugas yang disiagakan melaporkan 2 contoh kasus penyakit pada ternak Sapi. Terdapat kasus Sapi mencret berdarah, demam pada Sapi di dusun Lembayo, Kecamatan VII Koto, nama penyakitnya adalah demam Krena Virus Bovine.

" Ini laporan dari petugas pelapor desa dan petugas kita sendiri. Mereka ini bakal melaporkan kasusnya melalui SMS ke sistem, selanjutnya sistem melaporkan ke petugas terdekat atau turun ke koordinator provinsi, pusat dan Kabupaten," terangnya.

" Perhari ada dua kasus yang dilaporkan petugas kita. Petugas langsung menindaklanjuti kasus dengan pengobatan," timpalnya menutupi. (crew)

Related News