Harga Getah Karet Murah, Petani Alih Profesi Jadi Kuli Bangunan

Warga saat menimbang getah karet
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Harga getah karet di petani belum juga stabil sampai saat sekarang ini. Diketahui, memang dalam sepekan ini harga getah karet di petani ada yang mengalami kenaikan.

Namun, kenaikan harga getah karet tersebut tidak signifikan. Pasalnya, sebelumnya harga getah karet di petani sempat mengalami anjlok kisaran sampai dengan dibawah Rp 5000 per kg. Sedangkan, dalam sepekan ini harga getah karet baru bisa mengalami kenaikan kisaran Rp 6500 per kg.        

Akibat berkepanjangan rendahnya harga getah karet di petani yang mengakibatkan petani menjerit dan berdampak melemahnya perekonomian disemua sektor usaha masyarakat. 

Merupakan realita, akibat babak belurnya perekonomian sudah banyak petani yang beralih profesi. Pasalnya, hasil menyadap kebun karet sudah tidak sesuai lagi, bahkan hasil pendapatan tersebut tak cukup lagi untuk menghidupi keluarga. 

" Benar, sudah banyak petani karet beralih profesi, yakni dari penyadap karet beralih profesi menjadi kuli bangunan dan ada yang pergi merantau mencari pekerjaan keluar Kabupaten Tebo," ujar Hamid, Toke getah karet asal Desa Paseban Kecamatan VII Koto Ilir, pada Teboonline.com, Jumat (7/11).      

Hal senada, disampaikan oleh  Amri yang membenarkan dalam sepekan ini kenaikan Harga getah karet di petani baru mencapai kisaran Rp 6000 sampai dengan Rp 6500 per kg.

Imbas dari belum stabilnya harga getah karet di petani, bukan hanya petani karet  beralih profesi. Tetapi, ekonomi petani pun morat – marit. " Bahkan, tak pelak lagi, biaya anak sekolah terancam tak terpenuhi. Bukan hanya itu, sampai kredit motor pun tak bisa membayar lagi dan akibatnya motor di tarik oleh pihak dealer. Padahal, motor tersebut sangat dibutuhkan untuk transportasi aktifitas ke kebun," ungkap Amri,Toke  karet asal Desa Teluk Kuali Kecamatan Tebo Ulu.

Lain halnya, yang disampaikan oleh Tukirin. Menurutnya, bukan hanya petani karet yang beralih profesi, bahkan pedagang kecil pun sudah banyak banting stir beralih profesi. Pasalnya, dagangan mereka kurang laku akibat pembeli sunyi.

" Memang benar, sudah banyak pedagang kecil alih profesi, seperti pedagang sembako gulung tikar dan alih profesi menjadi tukang ojek. Ya, harga getah murah semua sektor usaha masyarakat menjadi oleng," ujar Tukirin, Toke karet asal Desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang. (asa).    


              

Related News