Guru Honorer K2 Tebo , Menangis Di HUT PGRI

TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Ratusan ribu guru honorer kategori dua (K2) di indonesia menangis di hari ulang tahun Persatuan Guru Indonesia (PGRI) yang ke 69. Termasuk, pegawai dan guru honorer K2 yang ada di Kabupaten Tebo, mereka  merenungi nasibnya yang semakin semu alias tak jelas.

Sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, tidak ada perhatian dari pemerintah sama sekali. Itulah kesan yang tersirat di sanubari para Honorer K2, " Di hari jadi guru yang ke 69 ini, kami hanya bisa berharap nasib pegawai atau guru honorer K2 semoga bisa berubah status dalam tahun ini juga menjadi PNS,” ujar Sudianto, guru honorer K2 di SDN Desa Purwoharjo Kecamatan Rimbo Bujang dengan meneteskan air mata, pada teboonline.com, Selasa (25/11).    

Hal senada, disampaikan oleh Suratno Wibowo tenaga horer K2 di SMPN 3 Tebo menuturkan, dirinya merasa kecewa dan pasrah akibat keputusan Pemerintah pusat tentang kondisi honorer K2 saat ini yang masih terombang – ambing.  

" Kendati nantinya pemerintah berpihak kepada tenaga honorer K2, dan terjadi mengalihkan statusnya menjadi PNS, ya syukurlah," ungkapnya dengan nada lirih.  

Bupati Tebo, H.Sukandar kepada Wartawan menyebutkan, apapun konsekwensinya keputusan Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) saat ini, merupakan fenomena yang ada.

Terkait kondisi tersebut, diharapkan para pegawai atau guru honorer K2 yang ada di Kabupaten Tebo, tetap melakukan aktifitasnya dan jangan mengurangi semangat pengabdian untuk bekerja dimanapun berada.

" Saya berharap, kepada pegawai honorer K2 di Kabupaten Tebo agar tetap bekerja seperti biasa, sembari menunggu kebijakan dan keputusan Pemerintah Pusat. Pada prinsipnya, Pemda Tebo tetap terus mengupayakan atau berjuang dan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah pusat, terkait nasib pegawai honorer K2 yang ada di Kabupaten Tebo," tandas Sukandar. (asa)     




Related News