FMPPM Dan LAMJ Tebo, Apresiasi Festival Rebana

Camat Rimbo Bujang Suparna SE, Lurah Wirotho Agung Soedjarijo,
Ketua LAMJ Rimbo Bujang Sriyono, Kasi Pem Amir Said dan
Ketua FMPPM Kabupaten Tebo Amirudin saat menghadiri
pembukaan Festival Rebana Piala Bupati Tebo Tgk, Kab Tebo 2014
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Madrasah (FMPPM) Kabupaten Tebo, mengapresiasi dan mendukung digelarnya Festival kesenian bernafaskan islami. 

Seperti, Festival Rebana tahun 2014 memperebutkan Piala Bupati Tebo, yang diselenggarakan oleh para pecinta musik religi di Sanggar Ratna Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, yang berlangsung 30 November sampai dengan 22 Desember 2014.

Pasalnya, kesenian bernafaskan Islam sangat dominan untuk menangkal budaya asing, yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa, maupun nilai keagamaan yang dapat berdampak negatif merusak moralitas generasi muda.      

Perlu diapresiasi pada panitia penyelenggara Festival bernafaskan Islam, seperti kesenian Rebana, Kompangan, Terbangan, Marawis dan Orkes padang pasir maupun Orkes gambus dan lainnya.

" FMPPM Tebo, merespon positif pagelaran kesenian bernafaskan Islami, selain forum ini untuk hiburan bernuansa Islam juga untuk syiar dan dakwah Islam melalui senandung lagu. Untuk itu, kedepan Festival Kesenian bernafaskan Islam perlu terus mendapatkan respon dan dukungan sepenuhnya dari Pemkab Kabupaten Tebo," ungkap Amiruddin, Ketua FMPPM Tebo, pada teboonline.com, Minggu   (30/11).                    

Hal senada, disampaikan oleh Datuk Abdurrahman, Wakil Ketua DPA Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Kabupaten Tebo, menurutnya kesenian bernafaskan Islam perlu terus digali dan ditumbuh kembangkan di Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung Kabupaten Tebo.

Pasalnya, kesenian bernafaskan Islami sangat sering dan sejalan dengan kaidah maupun norma - norma yang terkandung dalam hukum adat Melayu Jambi. Seperti dalam moto, adat bersendikan syarak dan syarak bersendikan kitabullah.

" Lembaga Adat Melayu Jambi Tebo, menyambut positif adanya Festival Kesenian bernafaskan Islam, karena selain untuk hiburan dan syiar Islam lewat lagu dan nada, juga untuk dijadikan filter budaya asing, yang berlawanan dengan budaya dan pandangan agama kita yang ada di Indonesia," pungkas Datuk Abdurrahman dari Lembaga Adat Melayu Jambi Tebo. (asa)                             

Related News