Diare Serang 703 Warga Di Kabupaten Tebo


TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tebo hingga Oktober 2014, ada sebanyak 703 warga yang terserang diare. Dari data tersebut, Kepala Dinkes Kabupaten Tebo, Ridwan mengatakan, tidak ada perubahan angka-angka yang mencolok. Dalam artian, perubahan data yang ada tidak signifikan.

"Angka tertinggi atau terbanyak di Kecamatan Tebo Tengah, yakni ada 112 orang yang terserang diare. Sedangkan angka terendah di Kecamatan VII Koto, hanya 10 orang. Angka tersebut tidak signifikan," ungkap Kadinkes saat dikonfirmasi teboonline.com, Selasa (25/11).

Meski demikian, Kadinkes mengaku telah melakukan segala antisipasi mewabahnya penyakit diare  tersebut, diantaranya telah menyediakan stok obat disetiap Puskesmas di wilayah Kabupaten Tebo. Tidak itu saja, kata Kadinkes, pihaknya juga akan mengintruksikan kepada seluruh petugas Puskesmas agar melakukan sosialisasi bahayanya penyakit diare dan cara menanggulanginya.

" Ini merupakan urutan ke 10 penyakit paling berbahaya, makanya harus kita antisipasi sejak dini. Kita akan intruksikan ke seluruh Puskesmas yang ada agar segera melaksanakan sosialisasi musim pancaroba dan dampaknya terhadap kesehatan," tuturnya.

Menurut Ridwan, penyakit diare biasanya terjangkit pada saat musim pancaroba. "Karena sekarang sudah masuk musim pancaroba, makanya secepatnya kita melakukan antisipasi. Salah satunya dengan sosialisasi dan penyediaan stok abat yang mencukupi. Jadi ketika ada warga yang terserang diare, langsung bisa kita atasi," katanya lagi.

Dengan dilakukannya sosialisasi musim pancaroba nantinya, Ridwan berharap masyarakat mampu dan mengerti cara mengatasi serta mencegah mewabahnya penyakit diare. "Mudah-mudahan angka yang kita rilis tidak bertambah lagi. Jikapun bertambah, tidak signifikan," pungkasnya berharap. (crew/besalenews.com)

Related News