Di Tebo, Produk Tak Layak Edar Lepas Pengawasan


TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Beragam produk tak layak edar di Kabupaten Tebo saat ini lepas dari pengawasan. Produk tersebut diantaranya, makanan, minuman, kosmetik, jamu dan banyak lagi sudah tidak termonitoring lagi oleh instansi terkait.

Parahnya lagi, beberapa produk yang sudah kadaluarsa pun masih banyak yang beredar dipasaran. Hal ini perlunya perhatian dan pengawasan yang ketat agar konsumen tidak ada yang dirugikan.

Ratno, warga Rimbo Bujang mengakui, jika ia masih sering menemukan produk ilegal yang tak layak edar di pasar Rimbo BuJang. Diantaranya kata dia, ada produk kosmetika dan jamu yang tidak resmi dan belum memiliki logo halalnya. Apalagi Rimbo Bujang kata dia, sentra pasar terbesar khususnya untuk peredaran produk ilegal masih tinggi.

"Jenis Kosmetik dan Jamu, itu kebanyakan produknya banyak dari luar. Merk yang dijual pun aneh-aneh," katanya meyakini pada Teboonline.com.

Sementara itu, Bujang, karyawan swasta di Tebo menuturkan juga, jika masih banyak beberapa produk kemasan makanan dan minuman yang belum memiliki logo SNI dan berlabel halal. Padahal kata dia, suatu produk jika dikatakan layak edar di pasaran itu harus memenuhi standar khusus.

" Biasanya kalo yang legal market itu harus ada logo SNI maupun label halal. Tapi masih ada saja produk makanan dan minuman kemasan yang belum memiliki standar khusus itu," bebernya.

Ia meminta kepada instansi terkait untuk turun kelapangan melakukan penertiban, pengawasan dan penarikan produk tidak resmi atau kadaluarsa tersebut. SEjauh ini kata dia, belum adanya eksen dari Pemerintah untuk melakukan penertiban produk tersebut.

" Harusnya instansi yang bersangkutan lakukan sidak, jadi langsung tahu kondisi di lapangan seperti apa. Lah kalau tidak dilakukan dari sekarang, takutnya masyarakat nanti yang jadi korban. Jika masih ada kedapatan produk yang tak layak erdar, sudah pasti pemilik usaha bisa dikenai UU perlindungan konsumen," terangnya.

Terkait hal itu, Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Tebo, Dedi Siswanto mengakui, jika selama ini pihaknya belum optimal mekakukan pengawasan terhadap produk-produk yang tidak layak edar. Dirinya mengatakan, untuk eksen langsung ke lapangan, itu hanya satu kali dalam setahun. Hal ini dikarenakan minimnya anggaran yang disediakan untuk melakukan program monitoring produk.

" Untuk eksen ke lapangan, kita terkendala anggaran. Lebih banyak dialihkan ke program yang lain. Kalau pun kita lakukan sidak, mustinya ada koordinasi juga dengan pihak lain. Nah faktanya mereka cuek saja, hanya kita saja yang turun," ungkapnya saat dikonfirmasi Teboonline.com.

" Itu namanya ego sektor, masak pas ada kegiatan Bupati saja baru turun sama-sama. Sedangkan untuk melakukan pengawasan tadi, tentu kita perlu koordinasi dengan BPOM, MUI, Dinkes, dan lainnya," timpalnya.

Sejauh ini diakui Dedi, memang belum adanya koordinasi yang nyambung, antara pihak terkait. Sehingga konsentrasi untuk melakukan pengawasan produk yang beredar di pasar menjadi kurang optimal.

" Sekali lagi, kalau anggaran tercukupi, koordinasi dengan pihak terkait sudah baik. Kita bakal turun kok," serunya.

Terakhir ditambahkan dia, untuk tahun 2015 mendatang dari 12 Kecamatan dengan jumlah 44 pasar tradisional, pihaknya ingin menyampaikan himbauan yakni, pasarkanlah produk yang sudah berlogo SNI dan berlabel halal, serta segera menarik produk yang sudah kadaluarsa. (crew)

Related News