Awasi Pelajar, Perlu Dibentuk Tim Independen

TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Pengawas Sekolah (PS) Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Tebo, Suhud, angkat bicara dan mengkritisi merosotnya moralitas pelajar.

Kritikan tersebut muncul terkait sering mencuatnya pemberitaan di Media seperti kejadian baru - baru ini, adanya dua oknum siswi memakai seragam sekolah di salah satu SLTA yang ada di Kecamatan Rimbo Bujang, tertangkap basah pada jam belajar oleh petugas di salah satu kafe di Rimbo Bujang.

Bukan hanya itu, sebelumnya juga mencuat pemberitaan adanya oknum pelajar disalah satu SLTA , terjaring oleh Tim Penertiban Lingkungan Wirotho Agung saat oknum pelajar tersebut sedang pesta Miras pada malam hari di Komplek Terminal Rimbo Bujang. 

Menurut Suhud, tercorengnya dunia pendidikan di Kabupaten Tebo akibat ulah oknum pelajar tentunya perlu mendapat perhatian serius baik dari instansi Pemerintah, swasta, segenap elemen masyarakat dan tak kalah pentingnya peranan pihak sekolah maupun para orang tua siswa itu sendiri.

" Rusaknya moralitas oknum siswa akibat sepak terjangnya pada jam belajar diluar sekolah yang mendapat sorotan publik. Menyikapi kejadian tersebut, perlu adanya   pengawasan melekat  (Waskat) baik dari internal sekolah, Orang tua siswa, lembaga terkait dan elemen masyarakat yang ada, guna mengantisipasi atau meminimalisir  perilaku siswa yang membuat bejat moralitas dan menghancurkan masa depannya," ungkap Suhud, pada Teboonline.com, Minggu (2/11).       

Dikatakannya, menindaklanjuti dan memvonis sanksi yang diberikan terhadap siswa yang  melakukan tindakan abmoral sesuai tingkat kesalahannya, itu merupakan hak preogratif pihak sekolah.

Namun, yang perlu dikritisi bagaimana caranya mengantisipasi agar para siswa tidak terjebak dan terjerumus dalam tindakkan abmoral, tentunya hal tersebut perlu adanya kepedulian semua pihak dalam rangka memajukan dunia pendidikan sebagai lembaga pencetak moralitas Pancasialis anak bangsa.

" Bila perlu, dibentuk Tim khusus Independen yang terdiri dari pihak sekolah dan dari umum untuk menangani pemantauan dan pengawasan siswa yang keluar dari sekolah pada saat jam pelajaran. Untuk dana operasional, Tim khusus pemantauan siswa bisa berkoordinasi dengan pihak Dewan pendidikan Kabupaten Tebo, tentunya melalui koridor dan petunjuk pihak yang berkompeten di Pemkab Tebo," imbuh Suhud.  

Sementara, Slamet.SPd, Guru SMPN 3 Tebo mengatakan, sangat setuju dan sependapat dengan PS Dikbudpora Tebo, terkait perlu dibentuknya Tim khusus independen untuk memantau dan mengawasi siswa  disetiap sekolah. Juga diperlukan, pengadaan Kotak surat dan nomor telepon untuk pengaduan masyarakat disetiap sekolah, terkait kredibelitas siswa diluar sekolahan.

" Kita sangat setuju, adanya kotak surat dan nomor telepon disetiap sekolah untuk menerima pengaduan dari masyarakat, terkait aktifitas siswa diluar sekolah pada jam belajar." tandas Slamet. (asa)


Related News