Aksi Penyentruman Ikan Semakin Canggih

Ilustrasi
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Penangkapan Ikan secara ilegal (ilegal fishing) dengan cara disetrum, marak di Kabupaten Tebo. Bahkan, peralatan yang digunakan juga makin canggih.

Dulunya para pelaku penyetruman Ikan hanya menggunakan Accu yang dipanggul di belakang sebagai penghasil daya listrik. Selanjutnya, daya yang dihasilkan dialirkan ke dua buah batangan kawat yang kemudian dimasukan ke air sehingga membuat Ikan mati suri dan mudah ditangkap.

Belakangan ini, para pelaku banyak yang menggunakan daya lebih besar dan peralatan yamg digunakan pun semakin canggih. Dengan begitu, daya jangkau setruman lebih jauh sehingga Ikan yang didapat lebih banyak.

" Saya melihat sendiri, mereka pakai mesin Genset, sehingga Ikan-ikan yang jauh pun banyak yang terkapar. Ini sangat parah karena dulu mereka cuma pakai Aki (Accu_red)," ujar Is, warga Kecamatan Tebo Tengah.

Penyetruman Ikan tersebut marak dibeberapa aliran anak sungai Batanghari. Para pelaku makin leluasa karena tidak ada pengawasan secara khusus oleh aparat. Kondisi itu dikeluhkan warga karena bisa membuat Ikan-ikan kecil juga ikut mati. Akibatnya, hasil tangkapan Ikan warga juga terus berkurang dari biasanya.

" Mau marah dak bisa sebab dak punya wewenang. Gara-gara mereka setrum, kami yang lagi memancing kena imbasnya. Tidak ada ikan yang memakan umpan pancingan kami," keluhnya.

Dia berharap instansi terkait dan aparat kepolisian menertibkan pelaku penyetruman Ikan. Jika dibiarkan, dikhawatirkan banyak Ikan yang akan punah karena anak-anak Ikan mati akibat penangkapan Ikan dengan cara disetrum.

Hal yang sama juga diungkapkan Wanto. Menurutnya, praktek menangkap ikan dengan menggunakan cara penyentruman masih dilakukan sebagian masyarakat meskipun secara sembunyi-sembunyi. Sebab ikan yang didapat jauh lebih banyak dan prosesnya jauh lebih gampang daripada harus menggunakan jala apalagi dengan memancing. Yang jelas, tidak perlu menunggu waktu lama ikan yang didapat lebih banyak.

Namun, lanjut Wanto, para penyentrum sepertinya tidak sadar dan tidak perduli kalau aksinya bisa menghabiskan habitat ikan. Hal itu terbukti, para pencari ikan dengan cara memancing sudah sulit mendapatkan ikan.

"Biasanya mancing sebentar saja sudah banyak dapat ikan. Sekarang, mancing dari pagi hingga sore belum tentu dapat ikan," ungkap Wanto yang mengaku dalam seminggu bisa sampai tiga kali mancing ikan karena hobby.

Untuk itu, Wanto berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo dan aparat penegak hukum agar menertibkan para penangkap ikan dengan cara menyentrum. Agar ekosistem dan habitat ikan tidak punah. (crew/peta)


sumber : besalenews.com

Related News