2 Ekor Gajah Jantan Ditemukan Mati Terbunuh Di Kecamatan VII Koto

Kawanan Gajah Liar yang hidup dikawasan Hutan
di Kabupaten Tebo saat dihalau oleh Pawang
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Aktivitas perburuan Gajah yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab di dalam hutan Kabupaten Tebo kini kian merajalela. Hari Rabu, (19/11) petugas KSDA menerima laporan dari masyarakat, telah ditemukan 2 ekor Gajah jantan mati terbunuh sia-sia.

Parahnya lagi, keberadaan hewan yang dilindungi tersebut saat ditemukan kondisinya sangat mengenaskan, dengan kepala terputus dan tidak ditemukan lagi Gadingnya. 

Kejadian yang menggemparkan tersebut, diperkirakan berlangsung antara pukul 16.00 wib hingga 18.00 wib, diperbatasan kebun sawit milik PT Sumber Andalas Kencana dengan PT Arangan Hutani Lestari di Desa Tanjung Simalidu Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, di TKP petugas KSDA menemukan posisi leher Gajah putus dan tidak di ketemukan lagi Gading Gajah. Sementara, disekitar penemuan tewasnya Gajah tadi petugas juga menemukan 4 butir selongsong peluru jenis kaliber AK 7,62 produk Pindad, Bandung.

Sementara itu, masih didekat lokasi ditemukannya Gajah tadi, ada bekas tempat pembakaran ban mobil dan kayu. Diduga lokasi tersebut dijadikan tempat pembakaran kepala Gajah, karena tidak jauh dari tempat pembakaran lagi-lagi petugas menemukan arang tulang Gajah.

Krismanko Padang, Staf KSDA Jambi, saat dikonfirmasi koran ini, membenarkan adanya penemuan 2 ekor Gajah mati terbunuh sia-sia. Pihaknya sudah melakukan olah TKP dan sudah melaporkannya ke Polres Tebo. Untuk keperluan penyelidikan, pihaknya juga sudah membawa barang bukti berupa tulang Gajah yang sudah menjadi arang dan dokumentasi.

"Jelas ini ada aktifitas perburuan hewan ilegal. Saat ini masih kita selidiki sindikat perburuan hewan liar ini," ujar Kris saat dikonfirmasi teboonline.com via telepon.

Kris juga bilang, pihaknya juga mendengar informasi jika dilokasi lain yakni, PT TMA Tebo ada seekor Gajah lainnya lagi yang mati dibunuh. Pihaknya mengaku belum melakukan infestigasi, untuk menindak lanjuti informasi tersebut.

"Ya saya dapat informasi juga di lokasi PT TMA Tebo ada seekor Gajah lagi yang mati. Tapi belum pasti apakah, benar ada. Yang pasti dua ekor (Gajah_red) ini memang mati dibunuh," tuturnya.

Terpisah, AKP Ridwan Hutagaol, Kasat Reskrim Polres Tebo melaporkan, pada hari Selasa (18/11) pukul 16.00 wib sampai dengan pukul 18.00 wib di areal batas kebun sawit tim Satreskrim dengan BKDSDA Jambi telah melakukan olah TKP temuan 2 ekor Gajah berjenis kelamin jantan.

Sementara, Satreskrim Tebo yang mendapatkan laporan tersebut sudah melakukan lidik dan mencari info.

"Masih kita selidiki temuan ini, yang jelas kasus ini sudah menyalahi undang-undang perburuan hewan ilegal di dalam kawasan APL Tebo," tuntasnya. (crew)

Related News