Warga Minta Tim Penertiban Wirotho Agung Dibubarkan

Tim Penertiban Wirotho Agung saat menggelar penertiban
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Acungan jempol yang ditujukan oleh tim penertiban Wirotho Agung besutan Lurah Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang yang sejak berdirinya tim tersebut sudah berhasil menegakan ketertiban dengan melakukan penertiban disejumlah tempat fasilitas umum yang ditengarai sebagai tempat mesum dan mabuk – mabukan.

Namun, tim penertiban yang dibentuk pada tanggal 1 September 2014 dengan surat keputusan Lurah Wirotho Agung nomor 21 tahun 2014, diduga dimanfaatkan oleh oknum anggota tim penertiban tersebut untuk memeras warga.

Seperti yang terjadi baru – baru ini, salah satu oknum anggota tim penertiban Wirotho Agung melakukan razia di kawasan Terminal Rimbo Bujang. Saat razia tersebut, didapatilah sekelompok ABG berpasangan sedang ngumpul di kawasan tersebut sekitar pukul 01.00 WIB dini hari yakni Bunga (Nama samara_red), warga Kelurahan Wirotho Agung, dan Kumbang, warga desa Sapta Mulia.

Pada saat itu, sekelompok ABG tersebut yang ditengarai sedang berbuat mesum diamankan oleh tim penertiban Wirotho Agung. Selanjutnya, pasangan ABG tersebut diserahkan kepada orang tuanya.

Namun, pada saat pasangan ABG tersebut diserahkan kepada orang tuanya, oknum tim penertiban Wirotho Agung tersebut meminta denda sebesar Rp 3 Juta dengan alasan untuk pembangunan Gapura.

“ ABG yang ketangkap itu dimintai denda Rp 3 Juta sama tim penertiban Wirotho Agung, tapi belum dibayar karena jumlahnya besar sekali,” ujar Paman Bunga yang merupakan salah seorang Ketua RT di Kelurahan Wirotho Agung, Senin (13/10).

Sementara, Kasi Pemerintahan Kantor Lurah Wirotho Agung, Amir Said saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan, bahwa pihaknya akan menyelidiki kebenarannya.

“ Kami akan selidiki terlebih dahulu siapa oknum yang mengatas namakan Tim penertiban Wirotho Agung yang telah menyalahgunakan wewenangnya, tim penertiban Wirotho Agung fungsinya adalah menegakan Kamtibmas, bukan untuk mencari keuntungan dari pelaku yang ditangkap,” tegas Amir kepada Teboonline.com, Selasa (14/10).

Dia menambahkan, apabila tim penertiban Wirotho Agung menangkap pelaku mesum atau pelaku kriminal lainnya, diberikan pembinaan dengan cara membuat surat pernyataan dan dikembalikan kepada orang tuanya dan apabila mengarah kepada tindakan kriminal murni, maka dilaporkan kepada pihak Kepolisian.

“ Dengan adanya informasi tersebut, Tim penertiban Wirotho Agung akan segera dievaluasi kinerjanya,” tandas Amir. (rto)




Related News